PERBANDINGAN KOMPOSISI NUTRISI SUSU KERBAU (Bubalus bubalis) DARI TIGA WILAYAH BERBEDA DI PULAU SUMBAWA
DOI:
https://doi.org/10.52434/janhus.v10i1.43123Kata Kunci:
Susu kerbau, Kandungan nutrisi, Pulau SumbawaAbstrak
Susu kerbau (Bubalus bubalis) memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku produk olahan bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan komposisi nutrisi susu kerbau yaitu kadar air, bahan kering (BK), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), dan mineral dari tiga wilayah di Pulau Sumbawa (Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima). Penelitian menggunakan desain komparatif cross-sectional dengan 15 ekor kerbau betina laktasi yang memenuhi kriteria biologis terkontrol (umur 4–10 tahun, paritas 2–4, hari laktasi 30–120 hari, BCS 2,5–3,5, dan bebas mastitis). Sampel susu dianalisis menggunakan metode proksimat, dan perbedaan komposisi antarwilayah diuji menggunakan one-way ANOVA dengan uji lanjut Tukey (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata antarwilayah (P≤0,05). Kabupaten Dompu memiliki kadar air terendah (87,87%), serta BK, PK, dan LK tertinggi masing-masing sebesar 12,13%, 3,34%, dan 4,88%. Kabupaten Sumbawa menunjukkan kadar air tertinggi (89,15%) dan BK terendah (10,85%), sedangkan Kabupaten Bima berada pada posisi menengah dengan BK 12,00%, PK 3,03%, dan LK 3,12%. Kandungan mineral relatif seragam antarwilayah (0,05%) dan lebih rendah dibandingkan kisaran normal susu kerbau pada literatur. Variasi nutrisi terutama berkaitan dengan perbedaan kualitas pakan, karakteristik agroekosistem (termasuk lahan vulkanik di Dompu dan Bima), serta faktor genetik lokal. Sebagai studi eksplorasi awal, hasil ini memberikan dasar ilmiah penting bagi pengembangan produk olahan susu kerbau di Pulau Sumbawa. Namun, penelitian lanjutan dengan analisis nutrisi pakan dan desain longitudinal diperlukan untuk mengonfirmasi faktor-faktor penentu kualitas susu secara lebih komprehensif.
Referensi
Adamu, Z., Ardo, M. B., & Aliyara, Y. H. (2020). Nutrient composition of pastoralist's raw milk of different breeds of cattle in adamawa and taraba states, northeastern nigeria. Nigerian Journal of Animal Production, 47(2), 217-223. https://doi.org/10.51791/njap.v47i2.130
Auldist, M., Johnston, K. A., White, N. J., Fitzsimons, W. P., & Boland, M. (2004). A comparison of the composition, coagulation characteristics and cheesemaking capacity of milk from friesian and jersey dairy cows. Journal of Dairy Research, 71(1), 51-57. https://doi.org/10.1017/s0022029903006575
Barłowska, J., Szwajkowska, M., Litwińczuk, Z., & Król, J. (2011). Nutritional value and technological suitability of milk from various animal species used for dairy production. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 10(6), 291-302. https://doi.org/10.1111/j.1541-4337.2011.00163.x
Becskei, Z., Savić, M., Ćirković, D., Rašeta, M., Puvača, N., Pajić, M. & Paskaš, S. (2020). Assessment of water buffalo milk and traditional milk products in a sustainable production system. Sustainability, 12(16), 6616. https://doi.org/10.3390/su12166616
Bojanic-Rasovic, M., Nikolić, N. Ć., Martinović, A., Katić, V., Rasovic, R., Walzer, M. & Domig, K. J. (2013). Correlation between protein to fat ratio of milk and chemical parameters and the yield of semi-hard cheese. Biotechnology in Animal Husbandry, 29(1), 145-159. https://doi.org/10.2298/bah1301145b
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta dan Lisensi
Penulis yang menerbitkan artikelnya di JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan menyetujui ketentuan berikut:
-
Penulis tetap memegang hak cipta atas karya ilmiah yang diterbitkan di JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan.
-
Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan dengan menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
-
Lisensi CC BY 4.0 mengizinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, mengadaptasi, dan menggunakan artikel untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial, dengan ketentuan mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis, sumber publikasi, tautan lisensi, serta informasi perubahan apabila dilakukan modifikasi.
-
Penulis diperbolehkan menyebarluaskan artikel yang telah diterbitkan melalui repositori institusi, situs web pribadi, atau platform akademik lainnya, dengan tetap mencantumkan informasi publikasi pertama di JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan.
-
Penulis bertanggung jawab atas keaslian karya, keakuratan informasi, serta perolehan izin penggunaan materi pihak ketiga yang tidak tercakup dalam lisensi artikel.
-
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan berhak menerbitkan, mendistribusikan, dan mengarsipkan artikel sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Informasi lengkap mengenai lisensi dapat diakses melalui:






