Pengembangan LKPD Berbasis Problem-Based Learning (PBL) dalam Pengolahan Limbah Blotong Tebu pada Submateri Pencemaran Lingkungan di SMP/MTs
DOI:
https://doi.org/10.52434/jkpi.v6i2.43808Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem-Based Learning (PBL) dalam pengolahan limbah blotong tebu pada submateri pencemaran lingkungan di SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dilaksanakan di MTs Hasanuddin Semboro dengan jumlah responden sebanyak 26 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis kebutuhan peserta didik, wawancara, angket validasi, angket kepraktisan, serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL memperoleh persentase validitas sebesar 91,625% dengan kategori sangat valid, persentase kepraktisan sebesar 85,15% dengan kategori sangat praktis, serta nilai N-Gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD berbasis PBL untuk pengolahan limbah blotong tebu dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPA pada submateri pencemaran lingkungan di SMP/MTs.
Kata kunci: LKPD, Problem-Based Learning, limbah blotong tebu, submateri pencemaran lingkungan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak penerbitan pertama kepada jurnal dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Efek Akses Terbuka).











