Analisis Efektivitas Biaya Metformin dan Glimepirid pada Pasien BPJS Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Buntok
DOI:
https://doi.org/10.52434/jifb.v17i1.43243Kata Kunci:
analisis efektifitas biaya, BPJS, diabetes miletus tipe 2, glimepiride, metforminAbstrak
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin yang menimbulkan beban ekonomi signifikan pada sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya terapi metformin dan glimepirid pada pasien BPJS diabetes melitus tipe 2 di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif dari perspektif rumah sakit, melibatkan 183 pasien. Efektivitas klinis didefinisikan sebagai tercapainya target Gula Darah Sewaktu (GDS) <200 mg/dL. Analisis data dilakukan menggunakan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dengan parameter Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), berdasarkan biaya terapi efektivitas pengendalian gula darah, rawat inap, dan komorbiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin lebih cost-effective pada pasien kelas I dengan nilai ACER sebesar Rp 750.594,00 dan ICER sebesar Rp 274.309,39, pada pasien kelas II dan III glimepirid menunjukkan efisiensi biaya yang lebih baik dengan nilai ACER masing-masing Rp 174.680,00 dan Rp 351.093,00. Nilai ICER metformin pada kelas II dan III lebih tinggi dibandingkan glimepirid. Kesimpulannya, metformin direkomendasikan sebagai pilihan terapi yang lebih cost-effective pada pasien BPJS kelas I, sedangkan glimepirid lebih tepat digunakan pada pasien kelas II dan III
Referensi
1. Bingga IA. Kaitan kualitas tidur dengan diabetes melitus tipe 2. Med Hutama. 2021;2(4):1047–52.
2. Erdaliza, Mitra, Novita Rany, Yessi Harnani ARA. Diabetes mellitus tipe 2 risk factors associated with complications of type 2 diabetes mellitus. J Community Health. 2024;10(September):534–45.
3. Hendrik, Nirwana, Saasa. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit diabetes mellitus tipe II pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Konawe. J Semesta Sehat. 2024;3(3):202–13.
4. Djamhari EA, Aidha CN, Ramdlaningrum H, Kurniawan DW, Fanggidae SJ, Herawati, et al. Defisit jaminan kesehatan nasional ( JKN ): mengapa dan bagaimana mengatasinya? Prakarsa. 2020. 67–68 p.
5. Atmojo CY, Elasari Y, Surmiasih S, Nugroho TA. Faktor-faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pasien BPJS kesehatan di rumah sakit Mardi Waluyo kota Metro. J Nurs Invent. 2024;5(2):79–87.
6. Saristiana Y, Prasetyawan F, Probosiwi N. Analisis perbandingan cost-effectiveness penggunaan obat antihipertensi generik dan merek di apotek Gembleb Farma Trenggalek berbasis outcome pasien. Bus Econ Publ. 2025;3(2):92–106.
7. Wuryandari H, Raising R, Widiarini R. Analisis efektivitas biaya terapi antidiabetes oral kombinasi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD kota Madiun tahun 2020. Duta Pharma J. 2021;1(2):1–7.
8. Meliawati NW, Lolo WA, Rundengan GE. Analisis efektivitas biaya penggunaan metformin dan glimepiride pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap di RS. Robert Wolter Mongisidi kota Manado. Pharm Med J. 2023;6(1):68–76.
9. Hasniah, Kurnia I, Ramadhani J. Hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien dm tipe 2 di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. JIIS (Jurnal Ilm Ibnu Sina) ilmu Farm dan kesehatan. 2024;9(2):445–456.
10.Marzuk RH, Oetari RA, Hanifah IR. Analisis efektivitas biaya terapi metformin dan Glimepiride pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Darsono Pacitan tahun 2019. J Ilmu Farm dan Farm Klin. 2023;20(1):20.
11.Sulistyowati RI, Pramestyani ED, Rusydi Hashim SH. Efektivitas biaya obat antidiabetik oral pasien DMT 2 di RS X kota Bogor periode Juli-Desember 2022. J Farmamedika (Pharmamedica Journal). 2023;8(2):225–234.
12.Anita PW. Journal of pharmaceutical care Anwar Medika. J Farm Higea. 2019;7(1):34–41.
13.Nalang. Analisis Efektivitas Biaya (Cost Effectiveness Analysis) Pengobatan Pneumonia Menggunakan Antibiotik. J Ilm Farm. 2020;7(3):321–9.
14.Amnan, Maharani BF, Khasana HS. Cost-effectiveness analysis terapi antidiabetik kombinasi obat oral dengan insulin terhadap penyakit diabetes melitus tipe II. Empiricism J. 2024;5(2):573–82.
15.Bernadette K, Niam S. Peluang dan tantangan terapi regeneratif dengan stem cell dalam penanganan diabetes tipe 1. PREPOTIF J Kesehat Masy. 2025;9(1):2257–2271.
16.Rosyidah KA, Primananda AZ, Sabaan W, Sukoharjanti BT. Analisis efektivitas biaya perawatan terapi gastritis pada pasien unit rawat inap di RSI Sunan Kudus tahun 2018-2020. Indones J Farm. 2022;7(2):52.
17.Jannah EN, Ismunandar A, Hidayat Maulana L. Analisis efektivitas biaya penggunaan antidiabetik oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan peserta BPJS di RSUD Bumiayu 2020. Pharm Perad J. 2021;1(2):20–29.
18.Rahmandani A, Sarnianto P, Anggriani Y, Dermawan Purba F. Analisis efektivitas biaya penggunaan obat antivirus oseltamivir dan favipiravir pada pasien covid-19 derajat sedang di rumah sakit Sentra Medika Cisalak Depok. Maj Farmasetika. 2021;6:133.
19.Lastrie A, Dyah Aryani Perwitasar, Woro Supadmi. Analisis efektivitas biaya penggunaan metformin dan metformin- glimepirid pada pasien diabetes melitus tipe 2 di dua Puskesmas Kulon Progo Yogyakarta. Indones J Pharm Nat Prod. 2023;6(2):143–153.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Farmako Bahari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
or all articles published in Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, the copyright is retained by the journal. Articles are published under the terms of Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC-BY-SA 4.0) . For Authors:
|
Download Journal Template
.png)







