Profile of Students' Critical Thinking Awareness in Physics Learning in High School
DOI:
https://doi.org/10.52434/jkpi.v6i2.44121Abstract
Critical thinking skill is frequently the primary focus of physics education research, while its underlying foundation, critical thinking awareness, remains rarely examined, particularly among Senior High School students. This study aims to describe the profile of students' critical thinking awareness in physics learning, identify the most influential indicator, and examine differences based on gender. A quantitative descriptive method was employed involving 30 tenth-grade students (10 males and 20 females) at a Madrasah Aliyah in Garut Regency as respondents. Data were collected using a closed five-point Likert questionnaire measuring three indicators: beliefs and appreciation of logic, metacognitive caution, and academic self-efficacy. The instrument was valid (r = 0.69-0.87) and reliable (Cronbach's Alpha = 0.963). Results showed that students' mean critical thinking awareness score was 50.80 out of a maximum of 75 (67.7%), classified as moderate-to-high, with a relatively balanced profile across the three indicators (range 3.36-3.42). An independent samples t-test revealed a significant gender difference (t = -2.86; p = 0.008), with female students (M = 54.05) demonstrating higher critical thinking awareness than male students (M = 44.30), accompanied by a large effect size (Cohen's d = 1.11). These findings emphasize the need for physics teachers to design instructional strategies that build metacognitive awareness as a foundation prior to training higher-order critical thinking skills, while also attending to the gender gap in students' thinking dispositions.
Keywords: critical thinking awareness, gender, metacognitive awareness, physics learning
Downloads
Published
Issue
Section
License

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak penerbitan pertama kepada jurnal dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Efek Akses Terbuka).











