Seberapa Efektif Kearifan Lokal Berkontribusi dalam Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPA?

Penulis

  • Diaz Rhamadani Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Yogyakarta
  • Ratna Hima Taftiana
  • Alya Dina Ariyanto
  • Insih Wilujeng

DOI:

https://doi.org/10.52434/jkpi.v6i1.43141

Abstrak

Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal berkembang sebagai pendekatan yang mampu menghubungkan konsep ilmiah dengan pengalaman budaya yang dekat dengan kehidupan siswa. Artikel ini bertujuan mengkaji efektivitas integrasi kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui literature review terhadap 25 penelitian yang terbit antara tahun 2015–2025. Kajian dilakukan dengan menganalisis media pembelajaran, model pembelajaran, serta perangkat ajar berbasis kearifan lokal yang digunakan pada berbagai jenjang pendidikan. Hasil telaah menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan penting dalam meningkatkan relevansi dan pemahaman konsep IPA, sekaligus mendorong aktivitas berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan. Pembelajaran yang dihubungkan dengan praktik budaya membuat siswa lebih terlibat secara kognitif karena mereka dapat mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Kebaruan artikel ini terletak pada sintesis menyeluruh lintas jenjang yang menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya meningkatkan berpikir kritis di satu jenjang saja, tetapi memberikan dampak bertahap dari SD hingga SMA. Artikel ini berkontribusi pada penguatan dasar teoritis integrasi budaya dalam pembelajaran IPA serta memberikan gambaran implementasi yang dapat dijadikan rujukan guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

Kata kunci: berpikir kritis, etnosains, kearifan lokal, LKPD, pembelajaran IPA

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-01