Seberapa Efektif Kearifan Lokal Berkontribusi dalam Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPA?
DOI:
https://doi.org/10.52434/jkpi.v6i1.43141Abstrak
Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal berkembang sebagai pendekatan yang mampu menghubungkan konsep ilmiah dengan pengalaman budaya yang dekat dengan kehidupan siswa. Artikel ini bertujuan mengkaji efektivitas integrasi kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui literature review terhadap 25 penelitian yang terbit antara tahun 2015–2025. Kajian dilakukan dengan menganalisis media pembelajaran, model pembelajaran, serta perangkat ajar berbasis kearifan lokal yang digunakan pada berbagai jenjang pendidikan. Hasil telaah menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan penting dalam meningkatkan relevansi dan pemahaman konsep IPA, sekaligus mendorong aktivitas berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan. Pembelajaran yang dihubungkan dengan praktik budaya membuat siswa lebih terlibat secara kognitif karena mereka dapat mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Kebaruan artikel ini terletak pada sintesis menyeluruh lintas jenjang yang menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya meningkatkan berpikir kritis di satu jenjang saja, tetapi memberikan dampak bertahap dari SD hingga SMA. Artikel ini berkontribusi pada penguatan dasar teoritis integrasi budaya dalam pembelajaran IPA serta memberikan gambaran implementasi yang dapat dijadikan rujukan guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.
Kata kunci: berpikir kritis, etnosains, kearifan lokal, LKPD, pembelajaran IPA
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak penerbitan pertama kepada jurnal dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Efek Akses Terbuka).











