GEN-JAMU (Generasi Muda Peduli Jamu): Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) bagi Siswa SMKS Sentosa Cilawu Garut
DOI:
https://doi.org/10.52434/nuraga.v2i2.44152Keywords:
Bahan kimia obat, edukasi, fenilbutazon, jamuAbstract
Penggunaan jamu di masyarakat masih cukup tinggi, namun tidak semua produk yang beredar terjamin keamanannya karena sebagian mengandung bahan kimia obat (BKO) seperti fenilbutazon yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kurangnya pengetahuan, terutama pada kalangan pelajar, membuat potensi penggunaan jamu yang tidak aman menjadi lebih besar. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SMKS Sentosa Cilawu, Garut, dengan melibatkan 52 siswa dari kelas X sampai XII. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan diskusi yang disertai dengan pre-test dan post-test, serta praktik sederhana untuk mengenali keberadaan fenilbutazon menggunakan metode reaksi warna Diazo. Penilaian dilakukan mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa pada seluruh indikator, terutama terkait aturan BPOM dan ciri-ciri jamu yang mengandung BKO. Selain itu, siswa juga mampu melakukan pengujian sederhana dan memahami hasil yang diperoleh, serta menunjukkan kesiapan dalam menyampaikan informasi kesehatan di lingkungan keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengenali BKO pada jamu, sehingga berpotensi mendukung upaya pencegahan konsumsi jamu yang tidak aman.
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2006). Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) yang Dibubuhkan ke dalam Obat Tradisional (Jamu). https://www.pom.go.id/berita/bahaya-bahan-kimia-obat-%28bko%29-yang-dibubuhkan-kedalam-obat-tradisional-%28jamu
Hadiq, S., T, R., Iskandar, & Mulianti. (2023). Identifikasi Bahan Kimia Obat Paracetamol (Acetaminophen) Pada Jamu Pegal Linu di Kota Parepare Secara Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Farmasi Al-Ghafiqi (JUFAL), 2, 6–11.
Khoirul Anwar, K. A. (2024). Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Obat Tradisional dan Pembuatan Jamu di Desa Sumberahayu. Jurnal DiMas, 6(1), 40–44. https://doi.org/10.53359/dimas.v6i1.81
Pane, M. H., Rahman, A. O., & Ayudia, E. I. (2021). Gambaran Penggunaan Obat Herbal pada Masyarakat Indonesia dan Interaksinya terhadap Obat Konvensional Tahun 2020. Journal of Medical Studies (JOMS), 1(1), 40–62. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/joms.v1i1.14527
Pranatha, I. P. A., & Astuti, N. M. W. (2025). Analisis Kandungan Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Menjamin Mutu Jamu Pegal Linu di Indonesia. Prosiding Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 3, 9–21. https://doi.org/10.24843/WSNF.2024.v03.p02
Sembiring, Z., Mulianti, S. T., & Hasibuan, I. B. (2024). Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Obat Tradisonal dan Jamu di Desa Tanah Merah Galang Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara. Jurnal PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(6), 1755–1760.
Solihah, I., Untari, B., & Putri, L. H. (2021). Identifikasi Metampiron dalam Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kota Palembang. J Agromedicine Unila, 8(2).
Taupik, M., Djuwarno, E. N., Mustapa, M. A., & Sahumena, M. H. (2020). Identifikasi dan Studi Pola Fragmentasi Jamu Terkonfirmasi Fenilbutazon Menggunakan Liquid Chromatography Mass Spectroscopy (LCMS). SCIENTIA : Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 10(2), 243. https://doi.org/10.36434/scientia.v10i2.349
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nuraga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
|
or all articles published in Nuraga: Jurnal Pengabdian Masyarakat, the copyright is retained by the journal. Articles are published under the terms of Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC-BY-SA 4.0) . For Authors:
|
Download Journal Template








