POTENSI LARVA LALAT TENTARA HITAM RENDAH LEMAK TERHADAP KECERNAAN DAN FERMENTASI RUMEN IN VITRO SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF
DOI:
https://doi.org/10.52434/janhus.v10i1.43122Kata Kunci:
BSF, Fermentasi, Nutrisi, In vitro, RuminansiaAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan nilai nutrisi antara larva BSF utuh dan larva BSF rendah lemak melalui analisis kimia dan uji fermentasi rumen secara in vitro. Penelitian menggunakan empat perlakuan, yaitu larva BSF utuh (T1), larva BSF defatted mekanis (T2), larva BSF defatted kimia (T3), dan bungkil kedelai (T4) sebagai kontrol, masing-masing dengan empat ulangan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil menunjukkan bahwa proses defatting meningkatkan secara signifikan (P<0,05) kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan produksi gas dibandingkan larva BSF utuh. Bungkil kedelai (T4) memberikan nilai tertinggi pada parameter tersebut. Sebaliknya, konsentrasi amonia dan total VFA tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05). Disimpulkan bahwa pengurangan lemak pada larva BSF meningkatkan kualitas fermentasinya secara in vitro, meskipun nilai nutrisinya belum menyamai bungkil kedelai.
Referensi
Liland, N. S., Biancarosa, I., Araujo, P., Biemans, D., Bruckner, C. G., & Waagbø, R. (2017). Modulation of nutrient composition of black soldier fly (Hermetia illucens) larvae by feeding seaweed-enriched media. PLOS ONE, 12(8), e0183188. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0183188
Riswandi, A., Abrar, A., Wijaya, A., & Hamzah, B. (2021). The effect of supplementation of cassava leaves, palm oil sludge and yeast in kumpai grass-based rations on ruminal fermentation and gas methane concentration in vitro. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 11(5), 1921–1927. https://doi.org/10.18517/ijaseit.11.5.11999
Rudini, R., & Ayustaningwarno, F. (2013). Kadar protein, serat, triptofan, dan mutu organoleptik kudapan ekstrusi jagung dengan substitusi kedelai protein. Journal of Nutrition College, 2(4), 373–381. https://doi.org/10.14710/jnc.v2i4.3904
Rymer, C., & Givens, D. I. (2002). Relationship between patterns of rumen fermentation measured in sheep and in situ degradability and the in vitro gas production profile of the diet. Animal Feed Science and Technology, 101(1–4), 31–34. https://doi.org/10.1016/S0377-8401(02)00218-4Rymer, C., Huntington, J. A., Williams, B. A., & Givens, D. I. (2005). In vitro cumulative gas production techniques: History, methodological considerations and challenges. Animal Feed Science and Technology, 123–124, 9–30. https://doi.org/10.1016/j.anifeedsci.2005.04.055
Suardin, N., Sandiah, N., & Aka, R. (2014). Kecernaan bahan kering dan bahan organik campuran rumput mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) dengan jenis legum berbeda menggunakan cairan rumen sapi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 1(1), 16–22. https://doi.org/10.33772/jitro.v1i1.357.
Sutardi, T. (1979). Ketahanan protein bahan makanan terhadap degradasi oleh mikroba dan populasi protozoa rumen dan pemanfaatannya bagi produktivitas ternak. Prosiding Seminar Penelitian dan Pengembangan Peternakan, pages unavailable.
Theodorou, M. K., & Brooks, A. E. (1990). Evaluation of a new laboratory procedure for estimating the fermentation kinetics of tropical feeds. Annual Report. AFRC Institute for Grassland and Animal Production.
Theodorou, M. K., Williams, B. A., Dhanoa, M. S., McAllan, A. B., & France, J. (1994). A simple gas production method using a pressure transducer to determine the fermentation kinetics of ruminant feeds. Animal Feed Science and Technology, 48(3–4), 185–197. https://doi.org/10.1016/0377-8401(94)90171-6
Tilley, J. M. A., & Terry, R. A. (1963). A two-stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Grass and Forage Science, 18(2), 104–111. https://doi.org/10.1111/j.1365-2494.1963.tb00335.x
Wahyuni, I. M. D., Muktiani, A., & Christiyanto, M. (2014). Dry matter and organic matter digestibility and fiber degradability in feed with tannin and saponin supplementation. Agripet, 2(2), 115–124.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta dan Lisensi
Penulis yang menerbitkan artikelnya di JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan menyetujui ketentuan berikut:
-
Penulis tetap memegang hak cipta atas karya ilmiah yang diterbitkan di JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan.
-
Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan dengan menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
-
Lisensi CC BY 4.0 mengizinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, mengadaptasi, dan menggunakan artikel untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial, dengan ketentuan mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis, sumber publikasi, tautan lisensi, serta informasi perubahan apabila dilakukan modifikasi.
-
Penulis diperbolehkan menyebarluaskan artikel yang telah diterbitkan melalui repositori institusi, situs web pribadi, atau platform akademik lainnya, dengan tetap mencantumkan informasi publikasi pertama di JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan.
-
Penulis bertanggung jawab atas keaslian karya, keakuratan informasi, serta perolehan izin penggunaan materi pihak ketiga yang tidak tercakup dalam lisensi artikel.
-
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan berhak menerbitkan, mendistribusikan, dan mengarsipkan artikel sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Informasi lengkap mengenai lisensi dapat diakses melalui:






