POTENSI LARVA LALAT TENTARA HITAM RENDAH LEMAK TERHADAP KECERNAAN DAN FERMENTASI RUMEN IN VITRO SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF

Penulis

  • Randi Mulianda
  • Rita Roswita Dewi Program Sudi Ilmu Peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Alfath Rusdhi Program Sudi Ilmu Peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Emmy Kejora Program Sudi Ilmu Peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Tjut Nyak Dhien
  • Reno Martha Program Studi Peternakan, Fakultas Ilmu Hayati, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Ari Ashari Harahap Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

DOI:

https://doi.org/10.52434/janhus.v10i1.43122

Kata Kunci:

BSF, Fermentasi, Nutrisi, In vitro, Ruminansia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan nilai nutrisi antara larva BSF utuh dan larva BSF rendah lemak melalui analisis kimia dan uji fermentasi rumen secara in vitro. Penelitian menggunakan empat perlakuan, yaitu larva BSF utuh (T1), larva BSF defatted mekanis (T2), larva BSF defatted kimia (T3), dan bungkil kedelai (T4) sebagai kontrol, masing-masing dengan empat ulangan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil menunjukkan bahwa proses defatting meningkatkan secara signifikan (P<0,05) kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, dan produksi gas dibandingkan larva BSF utuh. Bungkil kedelai (T4) memberikan nilai tertinggi pada parameter tersebut. Sebaliknya, konsentrasi amonia dan total VFA tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05). Disimpulkan bahwa pengurangan lemak pada larva BSF meningkatkan kualitas fermentasinya secara in vitro, meskipun nilai nutrisinya belum menyamai bungkil kedelai.

Referensi

Liland, N. S., Biancarosa, I., Araujo, P., Biemans, D., Bruckner, C. G., & Waagbø, R. (2017). Modulation of nutrient composition of black soldier fly (Hermetia illucens) larvae by feeding seaweed-enriched media. PLOS ONE, 12(8), e0183188. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0183188

Riswandi, A., Abrar, A., Wijaya, A., & Hamzah, B. (2021). The effect of supplementation of cassava leaves, palm oil sludge and yeast in kumpai grass-based rations on ruminal fermentation and gas methane concentration in vitro. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 11(5), 1921–1927. https://doi.org/10.18517/ijaseit.11.5.11999

Rudini, R., & Ayustaningwarno, F. (2013). Kadar protein, serat, triptofan, dan mutu organoleptik kudapan ekstrusi jagung dengan substitusi kedelai protein. Journal of Nutrition College, 2(4), 373–381. https://doi.org/10.14710/jnc.v2i4.3904

Rymer, C., & Givens, D. I. (2002). Relationship between patterns of rumen fermentation measured in sheep and in situ degradability and the in vitro gas production profile of the diet. Animal Feed Science and Technology, 101(1–4), 31–34. https://doi.org/10.1016/S0377-8401(02)00218-4Rymer, C., Huntington, J. A., Williams, B. A., & Givens, D. I. (2005). In vitro cumulative gas production techniques: History, methodological considerations and challenges. Animal Feed Science and Technology, 123–124, 9–30. https://doi.org/10.1016/j.anifeedsci.2005.04.055

Suardin, N., Sandiah, N., & Aka, R. (2014). Kecernaan bahan kering dan bahan organik campuran rumput mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato) dengan jenis legum berbeda menggunakan cairan rumen sapi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 1(1), 16–22. https://doi.org/10.33772/jitro.v1i1.357.

Sutardi, T. (1979). Ketahanan protein bahan makanan terhadap degradasi oleh mikroba dan populasi protozoa rumen dan pemanfaatannya bagi produktivitas ternak. Prosiding Seminar Penelitian dan Pengembangan Peternakan, pages unavailable.

Theodorou, M. K., & Brooks, A. E. (1990). Evaluation of a new laboratory procedure for estimating the fermentation kinetics of tropical feeds. Annual Report. AFRC Institute for Grassland and Animal Production.

Theodorou, M. K., Williams, B. A., Dhanoa, M. S., McAllan, A. B., & France, J. (1994). A simple gas production method using a pressure transducer to determine the fermentation kinetics of ruminant feeds. Animal Feed Science and Technology, 48(3–4), 185–197. https://doi.org/10.1016/0377-8401(94)90171-6

Tilley, J. M. A., & Terry, R. A. (1963). A two-stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Grass and Forage Science, 18(2), 104–111. https://doi.org/10.1111/j.1365-2494.1963.tb00335.x

Wahyuni, I. M. D., Muktiani, A., & Christiyanto, M. (2014). Dry matter and organic matter digestibility and fiber degradability in feed with tannin and saponin supplementation. Agripet, 2(2), 115–124.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31