Pengaruh Metode Deep Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Dasar Passing Bawah Pada Sekolah Menengah Pertama
DOI:
https://doi.org/10.52434/penjas.v5i2.44000Abstrak
Penggunaan metode pembelajaran konvensional yang monoton dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menjadi salah satu penyebab rendahnya penguasaan teknik dasar bola voli, khususnya passing bawah, pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode deep learning terhadap peningkatan kemampuan teknik dasar passing bawah bola voli siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain two group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 84 siswa yang dibagi menjadi 42 siswa kelompok perlakuan (metode deep learning) dan 42 siswa kelompok kontrol (metode konvensional). Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian teknik dasar passing bawah. Perlakuan dilaksanakan selama enam pertemuan yang mengintegrasikan pengalaman gerak langsung, refleksi mendalam, kolaborasi, penilaian diri, dan dukungan media berbasis teknologi. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan rata-rata skor kelompok perlakuan dari 24,60 pada pretest menjadi 41,88 pada posttest (kenaikan 17,28 poin). Uji Paired Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi = 0,000 (p < 0,05). Uji Independent Sample T-Test menghasilkan nilai t = 9,004 dengan Sig. (2-tailed) = 0,000, selisih rata-rata posttest 7,000 poin, dan Cohen's d = 2,039 (efek sangat besar). Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode deep learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan teknik dasar passing bawah bola voli, serta lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam pembelajaran PJOK di tingkat SMP.



