Pengaruh Hybrid Learning Terhadap Peningkatan Kebugaran Fisik Siswa Kelas Xi Di Sekolah Menengah Atas Telukjambe
DOI:
https://doi.org/10.52434/penjas.v5i2.43905Abstrak
Rendahnya tingkat kebugaran fisik siswa di era digital menjadi permasalahan serius dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model hybrid learning terhadap peningkatan kebugaran fisik siswa kelas XI di SMAN 1 Telukjambe. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 36 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran kebugaran fisik menggunakan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) yang terdiri atas enam komponen: koordinasi mata-tangan, daya ledak, kelincahan, reaksi, kekuatan otot lengan, dan daya tahan kardiorespirasi. Pembelajaran hybrid learning dilaksanakan selama enam pertemuan yang mengintegrasikan kegiatan tatap muka dan daring. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata skor kebugaran fisik dari 17,53 pada pretest menjadi 19,72 pada posttest. Uji Paired Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan model hybrid learning terhadap peningkatan kebugaran fisik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model hybrid learning efektif digunakan sebagai inovasi pembelajaran PJOK untuk meningkatkan kebugaran fisik siswa sekolah menengah atas



