Rekomendasi Pengelolaan Hara Terpadu Berdasarkan Interpretasi Hasil Analisis Tanah Pertanian Di Kabupaten Garut

Penulis

  • Asti Asfianti Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Garut
  • Resti Fajarfika Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Garut
  • Novriza Sativa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Garut

DOI:

https://doi.org/10.52434/jagros.v10i1.43342

Kata Kunci:

Soil fertility status, Intergrated Nutrient Management, site-specific fertilization, soil chemical properties

Abstrak

Pertanian di Kabupaten Garut sebagai sentra produksi pangan dan hortikultura menghadapi berbagai tantangan akibat menurunnya kesuburan tanah yang disebabkan oleh praktik pemupukan yang belum sepenuhnya berbasis kondisi spesifik lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan hasil analisis tanah guna menentukan status kesuburan tanah serta menyusun rekomendasi pengelolaan hara terpadu spesifik lokasi dalam rangka meningkatkan efisiensi pemupukan dan menjamin keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian dilaksanakan pada lahan pertanian di Desa Sukamaju (Kecamatan Cilawu) dan Desa Cikandang (Kecamatan Cikajang), Kabupaten Garut. Sampel tanah diambil secara purposive pada kedalaman 0–30 cm pada bulan Oktober 2025. Analisis tanah meliputi pH, karbon organik, P₂O₅ HCl 25%, K₂O HCl 25%, kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa sebagai dasar penilaian kesuburan tanah dan perencanaan pengelolaan hara spesifik lokasi.Hasil analisis kimia tanah di Desa Sukamaju (Kecamatan Cilawu) menunjukkan nilai pH sebesar 8,2 dengan kandungan karbon organik 4,73%. Nilai P₂O₅ HCl 25% tercatat sebesar 91,20 mg·100 g⁻¹, K₂O HCl 25% sebesar 52,15 mg·100 g⁻¹, KTK sebesar 41,30 cmol·kg⁻¹, serta kejenuhan basa sebesar 63,12%, yang mengindikasikan status kesuburan tanah tinggi. Sementara itu, hasil analisis tanah di Desa Cikandang (Kecamatan Cikajang) menunjukkan pH tanah 7, kandungan karbon organik 5,58%, P₂O₅ HCl 25% sebesar 99,53 mg·100 g⁻¹, K₂O HCl 25% sebesar 52,15 mg·100 g⁻¹, KTK sebesar 47,85 cmol·kg⁻¹, dan kejenuhan basa sebesar 25,16%, yang menunjukkan status kesuburan tanah rendah. Strategi pengelolaan yang direkomendasikan untuk tanah dengan status kesuburan tinggi adalah pemeliharaan kesuburan, sedangkan pada tanah dengan status kesuburan rendah diperlukan perbaikan keseimbangan hara, khususnya kation basa dan kalium.

Referensi

Aji, A. B., Maroeto, M., & Arifin, M. (2024). Status Kesuburan Tanah Sebagai Rekomendasi Perbaikan Lahan Pada Berbagai Tingkat Kemiringan Lereng di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Agroteknika, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.55043/agroteknika.v7i1.236

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. (2021). ACUAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K SPESIFIK LOKASI UNTUK TANAMAN PADI, JAGUNG DAN KEDELAI PADA LAHAN SAWAH (PER KECAMATAN): Vol. revisi 1. https://pupukbersubsidi.pertanian.go.id/alokasi/assets/Buku%20padi%20revisi%201_final.pdf

Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk. (2023). Petunjuk Teknis Edisi 3 ANALISIS KIMIA TANAH, TANAMAN, AIR, DAN PUPUK. In Petunjuk Teknis Edisi (3rd ed., Vol. 3). https://tanahpupuk.bsip.pertanian.go.id

Berutu, A. T., Arthagama, D. M. I., & Sumarniasih, M. S. (2025). Evaluasi Status Kesuburan Tanah Sawah untuk Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Agrotrop : Journal on Agriculture Science, 15(2), 2088–2155. https://doi.org/10.24843/AJoAS.2025.v15.i02.p05

Correndo, A. A., Rubio, G., García, F. O., & Ciampitti, I. A. (2021). Subsoil-potassium depletion accounts for the nutrient budget in high-potassium agricultural soils. Scientific Reports, 11(1). https://doi.org/10.1038/s41598-021-90297-1

Farrasati, R., Pradiko, I., Rahutomo, S., Sutarta, E. S., Santoso, H., & Hidayat, F. (2019). C-organik Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Sumatera Utara: Status dan Hubungan dengan Beberapa Sifat Kimia Tanah. Jurnal Tanah Dan Iklim, 43(Vol. 43 No. 2 (2019)), 157–165. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jti/article/view/3244

Harefa, C. F. D., & Zebua, M. (2024). PERAN KAPASITAS TUKAR KATION DALAM MEMPERTAHANKAN KESUBURAN TANAH PADA BERBAGAI JENIS TEKSTUR TANAH. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 10(Volume 01, Nomor 01, Agustus 2024), 165–170. https://sihojurnal.com/index.php/penarik/article/view/88

Husnain, H., Kasno, A., & Rochayati, S. (2016). Pengelolaan Hara dan Teknologi Pemupukan Mendukung Swasembada Pangan di Indonesia. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jsl/article/view/3359

Karnilawati, K., Sari, M. C., & Musfirah. (2022). PERUBAHAN KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH PADA AREAL PENGEMBANGAN PENELITIAN LAHAN KERING GLE GAPUI. Jurnal Sains Riset |, 12(1), 96. https://doi.org/10.47647/jsr.v10i12

Kasno, A., Setyorini, D., & Suastika, I. W. (2020). Pengelolaan hara terpadu pada lahan sawah tadah hujan sebagai upaya peningkatan produksi beras nasional. Jurnal Sumberdaya Lahan. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jsl/article/view/3339

Lisa, L., Basir, M., & Hasanah, U. (2022). Status Hara Nitrogen, Fosfor, Kalium dan Tingkat Kesuburan Tanah pada Tiga Penggunaan Lahan Berbeda di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Mitra Sains, 23–32. https://doi.org/10.22487/ms26866579.2022.v10.i1.pp.23-32

Numba, S., Haris, A., Saidah, Haris, B. I., Ashar, J. R., & Hari Sucipto, Muh. I. (2024). Analysis of soil fertility status on rice (Oryza sativa L.) planted land in Polewali District, Polewali Mandar Regency. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 52(1), 64–73. https://doi.org/10.24831/jai.v52i1.53514

PPT. 1995. Petunjuk Teknis Evaluasi Kesuburan Tanah. Laporan Teknis No. 14. Versi 1,0. 1. REP II Project, CSAR, Bogor.

Ringgih, D., & Sunaryo, L. (2015). PEMUPUKAN RASIONAL NPK DAN PUPUK ORGANIK PADA PADI SAWAH ATAS DASAR STATUS HARA DALAM TANAH. JURNAL AGROSAINS: Karya Kreatif Dan Inovatif, 2, 200–211. https://doi.org/10.31102/agrosains.2015.2.2.200-211

Soekamto, H. M. (2015). KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH DI LAHAN KAKAO KAMPUNG KLAIN DISTRIK MAYAMUK KABUPATEN SORONG. https://jurnalee.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/06/kajian-status-kesuburan-tanah-di-lahan-kakao-kampung-klain-distrik-mayamuk-kabupaten-sorong.pdf

Suarjana, W. I., Supadma, N. A. A., & Arthagama, M. D. I. (2015). Kajian Status Kesuburan Tanah Sawah Untuk Menentukan Anjuran Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi Tanaman Padi Di Kecamatan Manggis. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika , 4(4), 314–323. http://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT

Yang, M., & Yang, H. (2021). Utilization of soil residual phosphorus and internal reuse of phosphorus by crops. PeerJ, 9. https://doi.org/10.7717/peerj.11704

Yunianti, I. F., Al Viandari, N., Jumari, Supraptomo, E., & Sutriadi, M. T. (2022). Peningkatan Hasil Padi Melalui Penerapan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi di Lahan Sawah Tadah Hujan. Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 11–18. https://doi.org/10.24002/biota.v7i1.5425

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

Jagros : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)