Inovasi Energi Berbasis Briket Tempurung Kelapa sebagai Solusi Energi Terbarukan Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.52434/jagros.v10i2.44336Keywords:
Briket, Energi alternatif, Inovasi produk, Tempurung kelapaAbstract
Krisis energi global dan meningkatnya emisi gas rumah kaca telah menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan lingkungan. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan energi alternatif dan terbarukan kian mendesak. Sumber energi potensial yaitu biomassa, Biomassa dinilai lebih ramah lingkungan dan tersedia secara melimpah, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Indonesia sendiri sebagai negara agraris menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar. Di sisi lain, masalah limbah kelapa perlu direduksi sejak di sumbernya menjadi bentuk lain yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan, salah satunya arang briket. Penelitian bertujuan sebagai inovasi produksi briket arang dari limbah kelapa, dengan pendekatan multidisiplin yang mencakup analisis teknis, lingkungan, dan potensi implementasi skala kecil dan menengah dimasyarakat. Metode experimen menggunakan rancangan faktorial, dianalisis dengan varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Tes Duncan. Karakterisasi Briket : Nilai kadar karbon terikat, Nilai Kalor dan Kerapatan briket. Hasil penelitian menunjukan bahwa briket tempurng kelapa sample A menunjukan hasil tertinggi 45,10% dan belum memenuhi standar SNI yaitu 77%. Karbon terikat menunjukkan jumlah arang yang tersisa setelah tahap devolatilisasi pada tahap pembakaran biomassa. Nilar kalor briket tempurung kelapa tertinggi sampel B dengan nilai kalor 4636.90 kal/g dan nilai kerapat tertinggi sampel B 0.572. Hasil penelitian menunjukan nilai briket tempurung kelapa memenuhi standar SNI dengan nilai standar kerapatan briket 0.44 g/cm³.
References
Arni, A., Labania, H. M., & Nismayanti, A. (2014). Studi uji karakteristik fisis briket bioarang sebagai sumber energi alternatif. Natural Science: Journal of Science and Technology, 3(1).https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1324890&title=STUDI%20UJI%20KARAKTERISTIK%20FISIS%20BRIKET%20BIOARANG
Becker, A., dkk. (2016). Productivity potential and coconut waste quality for biorefining. Agronomy Science and Biotechnology, 2(1), 11–20. https://doi.org/10.33158/ASB.2016v2i1p11
Bradley, W. L., & Conroy, S. (2019). Using agricultural waste to create more environmentally friendly and affordable products and help poor coconut farmers. In E3S Web of Conferences, 130, 01034. https://doi.org/10.1051/e3sconf/201913001034.
Caturwati, dkk. (2023). Pengaruh temperatur dan waktu pirolisis terhadap nilai kalor briket tempurung kelapa sawit. Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi. “DOI: http://dx.doi.org/10.36055/tjst.v10i2.6677”
Government of Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional. Jakarta: ESDM. Retrieved from https://jdih.esdm.go.id/peraturan/PP%20No.%2079%20Thn%202014.pdf
International Renewable Energy Agency. (2015). Biomass for Heat and Power: IEA-ETSAP & IRENA Technology Brief E05. Retrieved from https://www.irena.org
Kanada, N. T., Mizuno, S., Cherdkeattikul, S., & Ida, T. (2021). Estimation of maximum bio-coke compressive strength based on chemical composition. Mechanical Engineering Journal, 8(1), 1–9. DOI: 10.1299/mej.20-00391
Khairani Dalimunthe Rani, Y., Sulistyanto, D., Irham, S., Madani, T., & Rizky, T. A. (2024). Analisis densitas dan laju pembakaran briket berdasarkan komposisi kulit kacang tanah dan tempurung kelapa. INTAN: Jurnal Penelitian Tambang. https://doi.org/10.56139/intan.v6i1.170.




