Dinamika spasial Curah Hujan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut Tahun 2024

Authors

  • Ardli Swardana Program Studi Agroteknolohi, Fakultas Pertanian Universitas Garut.
  • Galuh Pramadya Perla Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertaniaan, Universitas Garut
  • Ringga Anugrah Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertaniaan, Universitas Garut
  • Aam Amelia Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Garut
  • Adam Rammadhan Surya Pratama Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Garut

DOI:

https://doi.org/10.52434/jagros.v10i2.44334

Keywords:

CHIRPS, curah hujan, IDW, SIG, variabilitas

Abstract

Curah hujan merupakan salah satu parameter iklim utama yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan pertanian. Variabilitas spasial dan temporal curah hujan sangat penting untuk dianalisis, khususnya pada wilayah-wilayah agraris seperti Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memahami pola distribusi curah hujan sepanjang tahun 2024 secara spasial, serta mengevaluasi implikasinya terhadap sektor pertanian. Lokasi penelitian difokuskan pada Kecamatan Kadungora dengan data curah hujan selama tahun 2024. Pengolahan data dilakukan dengan metode interpolasi IDW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Kadungora mengalami pola curah hujan yang jelas, yaitu dengan tipe iklim monsun dengan intensitas tertinggi terjadi pada Januari, Februari, dan Desember, serta terendah pada Juli hingga September. Secara spasial terlihat bahwa wilayah timur laut dan beberapa bagian tengah menunjukkan curah hujan lebih tinggi, sedangkan wilayah sebelah barat dan selatan cenderung lebih kering.

References

Aditya, F., Gusmayanti, E., & Sudrajat, J. (2021). Pengaruh Perubahan Curah Hujan terhadap Produktivitas Padi Sawah di Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 237–246.

Arvelia, F.P. (2023). Analisis Hubungan Perubahan Penggunaan Lahan (Land Use) Dengan Perubahan Land Surface Temperature (LST) Dalam Pemanfaatan Webgis Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 - 2021. FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Azizah, F., Suwarsito, S., & Sarjanti, E. (2021). Pengaruh Pola Curah Hujan Terhadap Produktivitas Padi di Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Sainteks, 18(1), 1.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut. (2021). Kecamatan Kadungora Dalam Angka 2021.

BMKG. (2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diambil kembali dari Prakiraan Cuaca Kadungora: https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/32.05.10.2001

Darfia, N. E., & Abdaa, D. (2024). Analisis Spasial Curah Hujan berdasarkan Klasifikasi Oldeman di Provinsi Riau. Sainstek, 12(1), 102–109.

Hamdan, D.A., Tita, K., D., & Ria, A. (2023). Pengaruh kombinasi pupuk NPK dan ekstrak kecambah kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica oleraceaevar. BotrytisL.). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Dan Peternakan, 11(1), 21–28.

Somantri, L. (2022). Pemetaan mobilitas penduduk di kawasan pinggiran Kota Bandung. Majalah Geografi Indonesia, 36(2), 95.

Tukidi. (2010). Karakter Curah Hujan Di Indonesia. Jurnal Geografi, 7(2), 136–145. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JG/article/view/84

Published

2026-08-12

Issue

Section

Jagros : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)