PRODUKTIVITAS TANAMAN GAMAL (Gliricidia sepium) BERDASARKAN UMUR PANEN DI KABUPATEN TANAH LAUT SEBAGAI PAKAN TERNAK
DOI:
https://doi.org/10.52434/janhus.v10i2.43542Kata Kunci:
gamal, waktu panen, produktivitas hijauan, produktivitas gamalAbstrak
Umur panen merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas dan kualitas hijauan Gliricidia sepium sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Penentuan umur panen yang tepat diperlukan untuk memperoleh keseimbangan antara produksi biomassa dan pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan umur panen terhadap produktivitas tanaman gamal berdasarkan karakter pertumbuhan dan morfologi tanaman. Parameter yang diamati meliputi diameter pangkal batang, diameter anakan, tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah total, berat daun muda, berat daun tua, berat cabang, lebar daun muda, lebar daun tua, panjang daun muda, dan panjang daun tua. Penelitian menggunakan dua perlakuan umur panen, yaitu 60 dan 80 hari setelah pemangkasan (HSP), dengan masing-masing perlakuan terdiri atas 12 tanaman. Data dianalisis menggunakan Independent Samples t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter anakan, berat cabang, lebar daun muda, lebar daun tua, dan panjang daun muda. Sebaliknya, jumlah anakan, berat basah total, berat daun muda, berat daun tua, dan panjang daun tua tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Secara umum, umur panen 80 hari menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dibandingkan umur panen 60 hari, namun belum meningkatkan seluruh komponen produktivitas biomassa secara signifikan. Dengan demikian, umur panen 80 hari berpotensi digunakan sebagai acuan dalam budidaya Gliricidia sepium, dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara produktivitas hijauan dan kualitas nutrisi pakan
Referensi
Adriantona. (2010). Pertumbuhan dan gizi tanaman rumput gajah pada berbagai interval pemotongan. J. Agroland, 17(3), 192-197.
Astiko, W., Taqwim, A., & Santoso, B. B. (2018). Pengaruh Panjang dan Diameter Stek Batang Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lam.). Deleted Journal, 4(2), 120–131. https://doi.org/10.29303/jstl.v4i2.82
Ering, V. J., Telleng, M. M., Rumambi, A., & Sumolang, C. I. J. (2019). Pengaruh jarak tanam Indigofera zollingeriana terhadap kapasitas tampung potensial ternak sapi di areal pertanaman kelapa. Zootec, 39(2), 380-386.
Herdiawan, I., & Krisnan, R. (2014). Produktivitas dan pemanfaatan tanaman leguminosa pohon Indigofera zollingeriana pada lahan kering. Wartazoa, 24(2), 75-82.
Jestika, H., Erwanto, & Agung, K. W. (2017). Pengaruh Umur Pemotongan Terhadap Kadar Protein Kasar Dan Serat Kasar Indigofera zollingeriana. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 1(3), 21–24.
Kontributor dari proyek Wikimedia. (2024, May 9). Gamal. Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. Retrieved March 3, 2025, from https://id.wikipedia.org/wiki/Gamal#cite_note-tti-6
Mawazin, M., & Suhaendi, H. (2012). Pengaruh Jarak Tanam terhadap Diameter Shorea leprosula Miq. Umur Lima Tahun. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 9(2), 189–197. https://doi.org/10.20886/jphka.2012.9.2.189-197
Mertade, N., & Basri, Z. (2011). Pengaruh diameter pangkal tangkai daun pada entres terhadap pertumbuhan tunas kakao. Jurnal, 4(1), 150521. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/MLS/article/download/102/81
Puspadini, A., Soendjoto, M. A., Nisa, K., & Perdana, Y. P. (2021). Riap diameter tumbuhan berkayu di area revegetasi perusahaan tambang batubara di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Jurnal Sylva Scienteae, 4(6), 1047. https://doi.org/10.20527/jss.v4i6.4604
Salim, N. M. A., Wahyuni, N. S., & Endrawati, N. E. (2023). Kegiatan Penanaman Hijauan Makanan Ternak (HMT) di Lokasi Kampus IV Universitas Khairun. J-ABDI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(7), 1361–1366. https://doi.org/10.53625/jabdi.v3i7.6937
Sari, D. N., Dianita, R., & Alwi, Y. (2024). Respon Pertumbuhan Vegetatif Pennisetum purpureum cv. Gama Umami dengan Diameter Stek yang Berbeda. ZIRAA AH Majalah Ilmiah Pertanian, 49(3), 517. https://doi.org/10.31602/zmip.v49i3.14876
Savitri, M. V., Sudarwati, H., & Hermanto. (2013). Pengaruh Umur Pemotongan terhadap Produktivitas Gamal (Gliricidia sepium). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 23(2), 25–35.
Sumarlan, Y. (2008). Pengaruh Diameter dan Luas Tajuk Pohon Induk terhadap Potensi Permudaan Alam Tingkat Semai Tumbuhan Penghasil Gaharu Jenis Karas. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 5(1), 21–27. https://doi.org/10.20886/jphka.2008.5.1.21-27
Tarigan, A. N. D. I., Abdullah, L., Ginting, S. P., & Permana, I. G. (2010). Produksi dan Komposisi Nutrisi serta Kecernaan In vitro Indigofera sp pada Interval dan Tinggi Pemotongan Berbeda. JITV, 15(2), 188-195.
Wenda, A., Telleng, M. M., & Kaunang, W. B. (2022). Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Legum Indigofera zollingeriana dengan Rumput Pennisetum purpureum cv. Mott dalam Sistem Tumpangsari. ZOOTEC, 42(2), 360-366.
Winata, N. A., Karno, K., & Sutarno, S. (2012). Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Gamal (Gliricidia sepium) dengan Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair. Animal Agriculture Journal, 1, 797-807.






