Estimasi Resistivitas Tanah Menggunakan Komputasi Interpolasi Linear untuk Perancangan Sistem Pembumian di Kawasan Vulkanik
Kata Kunci:
Grounding, Interpolasi Linear, MATLAB, PUIL 2020, Tahanan Jenis Tanah.., Grounding, Interpolasi Linier, MATLAB, PUIL 2020, Tahanan jenis tanahAbstrak
Estimasi tahanan jenis tanah yang akurat krusial dalam perancangan sistem pentanahan (grounding), namun sering terkendala ketiadaan data pada kedalaman tertentu (blind spot). Penelitian ini bertujuan memvalidasi metode komputasi interpolasi linear berbasis MATLAB untuk mengestimasi resistivitas tanah pada area blind spot. Sebagai langkah validasi model, data sekunder dari penelitian Rukmana dkk. Pada kawasan vulkanik di kedalaman 0,5 meter dan 1,5 meter digunakan untuk memprediksi nilai pada kedalaman 1,0 meter, yang kemudian diuji komparasinya dengan data aktual lapangan. Hasil komputasi menunjukan nilai estimasi berkisar antara 13,105 Ωm hingga 19,965 Ωm. Analisis galat relatif membuktikan tingkat akurasi yang bervariasi, dengan simpangan terkecil 4,42% pada tren linear dan terbesar 26,99% akibat anomali kelembapan tanah vulkanik. Secara teknis, nilai resistivitas tersebut memenuhi batas aman Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2020. Berdasarkan pengujian ini, metode interpolasi linear terbukti cukup representatif untuk estimasi awal perancangan. Direkomendasikan penggunaan konfigurasi elektroda batang tunggal pada lokasi tersebut tanpa memerlukan rekayasa penambahan zat aditif.
Referensi
BSN, “Puil 2020,” 2020, [Online]. Available: www.bsn.go.id
Jaka Persada Sembiring and Gading Dwi Arianto, “Analisis Perbandingan Pengaruh Nilai tahanan Pentanahan Berdasarkan Jenis Tanah, Kelembapan Tanah dan Temperatur Tanah (Studi Kasus : Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Lampung),” J. ICTEE, vol. 3, no. 2, pp. 11–19, 2021.
C. P. Sari, Budiman, and Y. Ridal, “Studi analisa pemasangan panjang dan jarak elektroda batang pada sistem pentananahan,” J. Mesil (Mesik Elektro Sipil), vol. 5, no. 2, pp. 147–159, 2024.
Y. Y. Rukmana, Z. Zakaria, D. Muslim, and N. Seraphine, “KOROSIFITAS PADA TANAH LAPUKAN VULKANIK BERDASARKAN NILAI TAHANAN JENIS TANAH DI KAWASAN UNPAD JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT,” J. Geosaintek, vol. 6, no. 2, 2020, doi: 10.12962/j25023659.v6i2.6581.
V. N. Azizah, A. Afdal, and D. Hadiyansyah, “Investigasi Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto,” J. Fis. Unand, vol. 13, no. 2, pp. 275–281, 2024, doi: 10.25077/jfu.13.2.275-281.2024.
G. Denche, E. Faleiro, G. Asensio, and J. Moreno, “Grounding electrodes with internal resistance: application to feasibility study of the driven-rod method for modeling the soil electrical resistivity profile,” Appl. Sci., vol. 11, no. 11, 2021, doi: 10.3390/app11115032.
J. T. Elektro, F. Teknik, and U. Tidar, “Skripsi perancangan proteksi petir pada menara bts,” 2021.
I. K. S. Blegur, “Kritik Sebaran F Berbantuan Program Matlab,” vol. 2, no. 1, 2021.
R. Munir, “Metode Numerik Revisi Kelima,” Inform. Bandung, pp. 1–439, 2021.
A. Fuadi, “pengantar analisis numerik menggunakan MATLAB,” 2021.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).




