Financial Distress Prediction Model in Indonesian State-Owned Enterprises (SOEs)

Penulis

  • Budianto Budianto Universitas Teuku Umar
  • Doddy Setiawan Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.52434/jwe.v25i1.44057

Abstrak

Abstrak (Terjemahan Bahasa Indonesia)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan model financial distress dengan menggunakan variabel keuangan, yaitu likuiditas, arus kas operasi, leverage, margin laba kotor, dan return on assets (ROA), serta variabel non-keuangan, yaitu opini going concern, audit report lag, opinion shopping, tambahan modal disetor, dan subsidi. Penelitian ini menggunakan data panel selama tujuh tahun dengan total 350 observasi. Model yang dikembangkan meliputi Model 1 (variabel keuangan), Model 2 (variabel non-keuangan), dan Model 3 (gabungan variabel keuangan dan non-keuangan). Selanjutnya, Model 4 menggunakan variabel keuangan dan non-keuangan pada BUMN yang terdaftar di bursa, sedangkan Model 5 menggunakan variabel yang sama pada BUMN yang tidak terdaftar di bursa. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik ordinal dengan skor Altman Z sebagai variabel dependen. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan prediksi Model 1 lebih baik dibandingkan Model 2. Demikian pula, kemampuan prediksi Model 3 lebih baik dibandingkan Model 1 dan Model 2. Selain itu, kemampuan prediksi Model 4 lebih baik dibandingkan Model 5. Bukti empiris menunjukkan bahwa variabel yang secara konsisten signifikan pada seluruh model (Model 1, 2, 3, 4, dan 5) adalah leverage, margin laba kotor, dan ROA. Sementara itu, model dengan tingkat akurasi prediksi tertinggi adalah Model 4. Prediksi financial distress dapat digunakan sebagai alat pengawasan untuk mengidentifikasi perusahaan yang memiliki kecukupan modal yang kuat serta perusahaan yang mulai kehilangan kemampuan bersaing dan, akibatnya, menghadapi risiko kesulitan keuangan.

Diterbitkan

2026-02-26

Terbitan

Bagian

Jurnal Wacana Ekonomi