Efektivitas Sabun Organik Berbasis Ekstrak Kopi Robusta terhadap Bakteri Escherichia coli
DOI:
https://doi.org/10.52434/jpgsd.v5i1.43778Abstrak
Pemanfaatan bahan alami seperti kopi robusta (Coffea canephora), yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri, didorong oleh kebutuhan akan produk perawatan yang ramah lingkungan (Wahyuddin et al., 2024). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perbedaan konsentrasi ekstrak kopi robusta berdampak pada tindakan antibakteri sabun organik terhadap Escherichia coli. Metode difusi cakram dan rancangan acak lengkap (RAL) adalah pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini (CLSI, 2020). Percobaan melibatkan konsentrasi 10%, 25%, 50%, 75%, 100%, 125%, 150%, dan 300%. Konsentrasi masing-masing diulang tiga kali untuk kontrol positif (ampisilin) dan kontrol negatif (aquadest). Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, homogenitas Levene, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Tukey HSD digunakan untuk menganalisis data. Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antara perlakuan (F = 262,153; p = 0,001). Konsentrasi lebih dari 150% menunjukkan zona hambat setara atau melebihi kontrol positif, sementara konsentrasi rendah menunjukkan daya hambat yang jauh lebih kecil. Efektivitas antibakteri sabun organik terhadap E. coli sebanding dengan peningkatan konsentrasi ekstrak kopi robusta (Tanauma et al., 2016).
Kata Kunci: Kopi Robusta, Sabun Organik, Escherichia Coli, Aktivitas Antibakteri



