STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI KOPI
DOI:
https://doi.org/10.52434/mja.v8i2.43430Kata Kunci:
Keberlanjutan, Usahatani Kopi, Ekonomi, Sosial, Ekologi, KelembagaanAbstrak
Usahatani kopi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, antara lain fluktuasi harga, keterbatasan akses modal, rendahnya regenerasi petani, serta praktik budidaya yang belum sepenuhnya ramah lingkungan. Kondisi tersebut menjadikan keberlanjutan usahatani kopi sebagai isu penting dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kopi berdasarkan empat dimensi, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, dan kelembagaan. Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Kopi Sugih Wangi Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode indeks komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata indeks keberlanjutan usahatani kopi sebesar 57,23 yang termasuk dalam kategori berkelanjutan. Dimensi ekonomi memiliki nilai tertinggi sebesar 62,17, diikuti dimensi sosial sebesar 58,87, dimensi kelembagaan sebesar 58,38, dan dimensi ekologi sebesar 51,50 sebagai nilai terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun usahatani kopi telah memberikan kontribusi ekonomi bagi petani, keberlanjutan jangka panjang masih memerlukan penguatan terutama pada aspek ekologi, regenerasi petani, dan peran kelembagaan.
Referensi
Darmawan, M. R. (2024). Analisis perbandingan pendapatan petani kopi robusta dan petani kopi arabika di desa balassuka kecamatan tombolopao kabupaten gowa.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2019). Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019. Jakarta: Kementerian Pertanian
Diartho, H. C. (2024). Status Of Sustainability Of Organic Rice Commodities As Rural Economic Potential In Bondowoso Regency. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Dan Kebijakan Pertanian, 8(2), 1–14. Http://Ejournal2.Undip.Ac.Id/Index.Php/Agrisocionomics
Hasna, A. M. (2012). Dimensions Of Sustainability. Journal Of Engineering For Sustainable Community Development, 1(2), 47–57. Https://Doi.Org/10.3992/2166-2517-1.2.47
Jatav, S. S., & Naik, K. (2023). Measuring The Agricultural Sustainability Of India: An Application Of Pressure-State-Response Model. Regional Sustainability, 4(3), 218–234. Https://Doi.Org/10.1016/J.Regsus.2023.05.006
Nandini, R., Kusumandari, A., Gunawan, T., & Sadono, R. (2017). Multidimensional Scaling Approach To Evaluate The Level Of Community Forestry Sustainability In Babak Watershed, Lombok Island, West Nusa Tenggara. Forum Geografi, 31(1), 28–42. Https://Doi.Org/10.23917/Forgeo.V31i1.3371
Rasihen, Y., Kilat Adhi, A., & Suprehatin, S. (2021). Analisis Keberlanjutan Usahatani Perkebunan Kelapa Rakyat Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 177–187. Https://Doi.Org/10.29244/Jai.2021.9.2.177-187
Saida, S., Sabiham, S., Widiatmaka, W., & Sutjahjo, S. H. (2011). Analisis Keberlanjutan Usahatani Hortikultura Sayuran Pada Lahan Berlereng Di Hulu Das Jeneberang, Sulawesi Selatan. Jurnal Matematika Sains Dan Teknologi, 12(2), 101–112. Https://Doi.Org/10.33830/Jmst.V12i2.550.2011
Saragih, I. K., Rachmina, D., & Krisnamurthi, B. (2020). Analisis Status Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Provinsi Jambi. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(1), 17–32. Https://Doi.Org/10.29244/Jai.2020.8.1.17-32
Syachrulloh Et Al. (2021). Analisis Keberlanjutan Usahatani Kopi Di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Agroinfo Galuh, 8(1), 40–50.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
|

1.png)













