ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAHU DI KAMPUNG NANGEWER DESA KERSAMENAK KECAMATAN TAROGONG KIDUL
DOI:
https://doi.org/10.52434/mja.v8i2.42804Kata Kunci:
Tahu, Biaya, Kapasitas, Produksi, ProfitabilitasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi tahu pada skala usaha mikro, dengan objek pengelola pabrik tahu di Kp. Nagewer, Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan tujuan menggambarkan karakteristik usaha secara faktual serta menganalisis biaya produksi dan profitabilitas usaha berdasarkan data numerik. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik pabrik tahu sebagai informan kunci dan observasi langsung terhadap proses produksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis biaya produksi digunakan untuk mengidentifikasi komponen biaya tetap dan biaya variabel, serta menilai tingkat kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya variabel merupakan komponen biaya terbesar, dengan bahan baku kedelai sebagai penyumbang utama sebesar Rp1.125.000. Pada periode analisis, total biaya tetap tercatat sebesar Rp22.564, sedangkan biaya variabel mencapai Rp1.725.000. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,8 dan Benefit Cost Ratio (B/C) sebesar 0,8 menunjukkan bahwa usaha tahu layak untuk dijalankan. Titik impas usaha tercapai pada produksi sebanyak 89 potong tahu per satu kali produksi, dengan nilai Break Even Point (BEP) sebesar Rp52.474.
Referensi
Abdilah, A., Utami, P., & Watemin. (2024). Kelayakan Usaha Home Industry Tahu di Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Prosiding Seminar Nasional, 109–114.
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Indonesia2022. https://www.bps.go.id/id
Handayani, R. (2019). Pengelolaan Limbah Cair pada Industri Tahu dan Tempe. Jurnal Teknologi Lingkungan, 20(2), 115–122.
Hansan, D. R., & Moyen, maryanne M. (2015). Cost Management: Accounting and Control (7 (ed.)). Cangage Learning.
Laili Indah Trisnawati, & Joko Priyono. (2024). Analisis Kelayakan Usaha Produksi Tahu di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. MENAWAN : Jurnal Riset Dan Publikasi Ilmu Ekonomi, 2(2), 190–198. https://doi.org/10.61132/menawan.v2i2.350
Manuho, P., Makalare, Z., Mamangkey, T., & Budiarso, N. S. (2021). Analisis Break Even Point (Bep). Jurnal Ipteks Akuntansi Bagi Masyarakat, 5(1), 21. https://doi.org/10.32400/jiam.5.1.2021.34692
Putri, D. L., Nurmansyah, N., & Aznuryandi, A. (2022). Metode Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel dalam Perhitungan Break Even Point pada PT. Rotte Ragam Rasa. Jurnal Akuntansi Kompetif, Online ISSN:2622-5379, 5(1), 95–101.
Ramadhan, A. (2023). Proses Pembuatan Tahu di Pabrik Tahu Desa Dadimulyo serta Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Produksi Tahu. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 4(2), 135–145. http://dx.doi.org/10.36596/jpkmi.v4i2.472
Ramdhani, D., Merida, Hendrani, A., & Suheri. (2020). Akutansi Biaya Konsep dan Implementasi Manufaktur. CV MAKRUMI.
Ruminta, A. W. I., Nurmala, T., & Ramadayanty, G. (2024). Analisis dampak perubahan iklim terhadap produksi kedelai dan pilihan adaptasi strategisnya pada lahan tadah hujan di Kabupaten Garut. Kultivasi.
Sukirno, S. (2020). Pengantar Ekonomi Mikro. RajaGrafindo Persada.
Supriyadi, A., & Kartika, D. (2021). Pemanfaatan Limbah Padat Industri Tahu sebagai Kompos. In Prosiding Seminar Nasional Pertanian Berkelanjutan (pp. 88–94). Universitas Jenderal Soedirman.
Suryana, A. (2016). Teori Pertanian: teori dan aplikasi. Universitas Terbuka.
Wahyuni, R., Kuswulandari, R., Nabila, T., Riyanto, P., Mahendra, V. Y., & Susanto, R. (2021). Analisis Break Event Point (BEP) Usaha Industri Tahu di Desa Wirogunan Kecamatan Kartasura. Prosiding HUBISINTEK, 2(1), 10–17.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
|

1.png)













