Analisis wacana digital akun kompas nasionalisme dan identitas LPDP platform x
DOI:
https://doi.org/10.52434/jk.v12i2.44212Abstrak
Abstract
The evolution of the X platform has transformed digital spaces into arenas for identity formation and national meaning contestation, as exemplified by the February 2026 LPDP alumni controversy regarding their child's foreign citizenship. This study analyzes the forms of nationalism discourse and national identity construction in the comment section of Kompas.com's official X account. Drawing on Rodney H. Jones’s Digital Discourse Analysis framework which encompasses text, context, interaction, ideology, and power dimensions, this descriptive qualitative study utilizes a rigorous single case study design. The research corpus consists of secondary text data purposively documented from ten official posts of the @kompascom account. The results reveal a sharp and distinct polarization of the digital public discourse into two main axes. The dominant normative-punitive nationalism axis frames public scholarships as a trust demanding reciprocal loyalty, enforcing rigid citizenship boundaries through taxpayer sentiment, digital moral policing, and cancel culture. Conversely, the cosmopolitan citizenship axis serves as a powerful counter-narrative, separating the conceptual state from its administrative managers and redirecting criticism toward structural government policies. These findings theoretically indicate that in the digital era, nationalism has shifted from a static ideological entity into a dynamic, fluid space of meaning negotiated bottom-up through social platform affordances. This study contributes significantly to the understanding of affective publics concerning public fund accountability in Indonesia.
Keywords: Digital nationalism; national identity; digital discourse analysis; LPDP awardee; X platform.
Abstrak
Perkembangan platform X telah mentransformasi ruang digital menjadi arena kontestasi makna dan pembentukan identitas kebangsaan, seperti yang terlihat dalam polemik alumni LPDP pada Februari 2026 terkait status kewarganegaraan asing anaknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk wacana nasionalisme dan konstruksi identitas kebangsaan pada kolom komentar akun X resmi Kompas.com. Dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Digital Rodney H. Jones yang mencakup dimensi teks, konteks, interaksi, ideologi, dan kekuasaan, penelitian kualitatif deskriptif ini menerapkan desain studi kasus tunggal yang mendalam. Korpus penelitian bersumber dari data sekunder berupa dokumentasi teks komentar pada sepuluh unggahan resmi akun @kompascom yang dikumpulkan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi diskursus publik digital ke dalam dua poros utama secara tajam. Poros nasionalisme normatif-punisif menjadi wacana dominan yang memaknai beasiswa sebagai amanah publik penuntut loyalitas resiprokal, serta mematok batas warga negara melalui sentimen pembayar pajak, kepolisian moral digital, dan cancel culture. Sebaliknya, poros kewarganegaraan kosmopolitan hadir sebagai narasi tandingan yang memisahkan konsep negara dari pengelolanya serta mengalihkan kritik ke ranah struktural kebijakan pemerintah. Temuan ini secara teoretis membuktikan bahwa di era digital, nasionalisme tidak lagi bersifat statis (given), melainkan bergeser menjadi ruang kontestasi makna yang dinamis, cair, dan dinegosiasikan secara bottom-up melalui affordances platform media sosial. Kontribusi penelitian ini memberikan pandangan baru mengenai dinamika affective publics dalam menyikapi kebijakan dan akuntabilitas dana pendidikan di Indonesia.
Kata-kata Kunci: Nasionalisme digital; identitas kebangsaan; analisis wacana digital; awardee LPDP; platform X.
Download Journal Template













