Komunikasi kader kesehatan dalam penyuluhan tuberculosis partisipasi masyarakat sebagai praktik komunikasi pembangunan di Surabaya

Penulis

  • Syayidati Fatimatushshalichah Fatimatushshalichah
  • Catur Suratnoaji Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.52434/jk.v12i2.44198

Abstrak

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health issue in Indonesia, including Surabaya City. In TB control efforts, community health cadres play a crucial role as communicators who bridge health information between healthcare professionals and the community. This study aims to analyze the communication practices of health cadres in Tuberculosis (TB) education programs and to examine community participation as a form of development communication. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving health cadres, community health center personnel, and community members who participated in TB education activities. The findings reveal that health cadres primarily apply interpersonal communication by emphasizing openness, empathy, supportive attitudes, and the use of simple language that is easily understood by the community. Communication strategies include group health education, home visits, patient assistance, and continuous health education. These approaches improve community knowledge, encourage treatment adherence, and promote active participation in TB control programs. Supporting factors include strong support from community health centers, close social relationships between cadres and residents, and public trust in health cadres. Meanwhile, the main barriers consist of TB-related stigma, low health literacy, and limited community participation. This study concludes that health cadre communication is a key component of community-based health development communication and contributes significantly to the success of Tuberculosis control programs.

Keywords: health communication; health cadres; tuberculosis; development communication; community participation.

 

Abstrak

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Surabaya. Dalam upaya pengendalian TBC, kader kesehatan memiliki peran penting sebagai komunikator yang menjembatani penyampaian informasi kesehatan antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi kader kesehatan dalam penyuluhan Tuberkulosis (TBC) serta mengkaji partisipasi masyarakat sebagai bentuk komunikasi pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kader kesehatan, tenaga kesehatan puskesmas, dan masyarakat yang mengikuti kegiatan penyuluhan TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader kesehatan menerapkan komunikasi interpersonal melalui keterbukaan, empati, sikap mendukung, serta penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Strategi komunikasi dilakukan melalui penyuluhan kelompok, kunjungan rumah (home visit), pendampingan pasien, dan edukasi kesehatan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat, mendorong kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pengendalian TBC. Faktor pendukung meliputi dukungan puskesmas, kedekatan sosial antara kader dan masyarakat, serta kepercayaan masyarakat terhadap kader kesehatan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi stigma terhadap penderita TBC, rendahnya literasi kesehatan, dan terbatasnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi kader kesehatan merupakan elemen penting dalam praktik komunikasi pembangunan berbasis masyarakat yang berkontribusi terhadap keberhasilan program pengendalian Tuberkulosis.

Kata-kata kunci: komunikasi kesehatan; kader kesehatan; tuberkulosis; komunikasi pembangunan; partisipasi masyarakat.

Diterbitkan

2026-10-30

Terbitan

Bagian

Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian