Analisis isi pesan penerimaan diri anak broken home pada konten instagram @behome.id
DOI:
https://doi.org/10.52434/jk.v12i2.44191Abstrak
Abstract
Mental health has become an increasingly discussed issue in public spaces, including on social media. One recurring topic is self acceptance among individuals from broken homefamily backgrounds. This study aims to examine how messages of self acceptance among children of broken homes are presented in the Instagram content of the account @behome.id, a mental health education account that consistently features the experiences of children from broken homes through its #BeraniCerita campaign. This study employs a qualitative approach using the Qualitative Content Analysis method developed by Parker, Saundage, and Lee. The research corpus consists of 32 collaboration posts published between 27 May 2025 and 3 May 2026, analyzed through units of meaning comprising visuals, captions, and narratives. The results show that messages of self acceptance are represented through three main categories: individual experience narratives that reflect Carl Rogers' aspects of self acceptance (Openness to Experience, congruence, and Unconditional Positive Regard), individual responses to emotional wounds (perspective-taking, forgiveness, and self acceptance), and post-acceptance individual motivation (building a harmonious family and self-development). These three categories are interrelated and form a gradual process of self acceptance, beginning with the openness to share personal experience, followed by responses to emotional wounds, and culminating in motivation to live a better life. These findings affirm that the experience of growing up in a broken homeis not solely a source of pain, but can also become a starting point for personal growth that is openly communicated through social media. Keywords: Self acceptance; broken home; content analysis; Instagram; Carl Rogers.
Abstrak
Kesehatan mental menjadi isu yang semakin banyak dibicarakan di ruang publik, termasuk melalui media sosial. Salah satu isu yang sering diangkat adalah penerimaan diri pada individu dengan latar belakang keluarga broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pesan self acceptance anak broken home disajikan dalam konten Instagram akun @behome.id, sebuah akun edukasi kesehatan mental yang secara konsisten mengangkat pengalaman anak broken homemelalui program #BeraniCerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif (Qualitative Content Analysis) model Parker, Saundage, dan Lee. Korpus penelitian berupa 32 unggahan collaboration post pada rentang 27 Mei 2025 sampai 3 Mei 2026 yang dianalisis melalui unit makna berupa visual, caption, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan self acceptance direpresentasikan melalui tiga kategori utama, yaitu cerita pengalaman individu yang merujuk pada aspek self acceptance Carl Rogers (Openness to Experience, congruence, Unconditional Positive Regard), respons individu dalam menyikapi luka (melihat dari sudut pandang berbeda, memaafkan, menerima diri), dan motivasi individu pascapenerimaan diri (membangun keluarga harmonis dan self development). Ketiga kategori tersebut saling berkaitan dan membentuk suatu proses penerimaan diri yang bertahap, mulai dari keterbukaan menceritakan pengalaman, penyikapan terhadap luka, hingga lahirnya motivasi untuk menjalani hidup yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman broken hometidak hanya dimaknai sebagai sumber luka, tetapi juga dapat menjadi titik tolak pertumbuhan personal yang disampaikan secara terbuka melalui media sosial.
Kata-kata kunci: Penerimaan diri; broken home; analisis isi; Instagram; Carl Rogers.
Download Journal Template













