Narasi duka di tiktok: analisis wacana digital pada penggunaan lagu “Kalibata, 2012”
DOI:
https://doi.org/10.52434/jk.v12i2.44188Abstrak
Abstract
The development of digital media has transformed the way individuals express, share, and interpret emotional experiences, including grief and loss. Social media, particularly TikTok, no longer functions solely as a platform for entertainment but has also evolved into a participatory space that enables users to construct both personal and collective narratives regarding their emotional experiences. One notable phenomenon can be observed in the use of the song *Kalibata, 2012* by Perunggu in various TikTok contents related to grief and loss, including the trend “Survived the 2012 Apocalypse, but Did Not Survive Kalibata 2012.” This phenomenon indicates a shift in the experience of grief from a private sphere to a more open, interactive digital space where emotional experiences can be collectively produced and consumed by social media users. This study aims to analyze the digital discourse of grief and loss formed through TikTok content using *Kalibata, 2012* by Perunggu as a medium of expression. The study employs a qualitative method with a Digital Discourse Analysis approach focusing on four aspects: text, context, actions and interactions, and power and ideology. In addition, this study applies Vincent Mosco’s concept of commodification, focusing specifically on content commodification and audience commodification. Through this approach, the study seeks to identify the process of meaning construction, patterns of user interaction, and representational practices of loss experiences that emerge and develop through digital communication activities on social media platforms among active young users. This study is expected to provide an understanding of how social media shapes the meaning of grief and loss while also highlighting TikTok’s role as a digital social space for emotional expression, identity formation, and the creation of new digital cultures surrounding experiences of loss..
Keyword: TikTok; digital discourse analysis; media commodification.
Abstrak
Perkembangan media digital telah mengubah cara individu mengekspresikan, membagikan, dan memaknai pengalaman emosional, termasuk pengalaman duka dan kehilangan. Media sosial, khususnya TikTok, tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga berkembang menjadi ruang partisipatif yang memungkinkan pengguna membangun narasi personal maupun kolektif mengenai pengalaman emosional mereka. Salah satu fenomena yang menarik terlihat pada penggunaan lagu Kalibata, 2012 karya Perunggu dalam berbagai konten TikTok yang berkaitan dengan duka dan kehilangan, termasuk tren “Selamat dari Kiamat 2012, tapi Tidak Selamat dari Kalibata 2012”. Fenomena tersebut menunjukkan adanya pergeseran pengalaman duka dari ruang privat menuju ruang digital yang lebih terbuka, interaktif, dan dapat diproduksi serta dikonsumsi secara bersama oleh pengguna media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana digital mengenai duka dan kehilangan yang terbentuk melalui konten TikTok dengan penggunaan lagu Kalibata, 2012 karya Perunggu sebagai medium ekspresi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Digital yang berfokus pada empat aspek, yaitu teks, konteks, tindakan dan interaksi, serta kekuasaan dan ideologi. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan konsep komodifikasi Vincent Mosco yang difokuskan pada komodifikasi konten dan komodifikasi khalayak. Melalui pendekatan tersebut, penelitian berupaya mengidentifikasi proses pembentukan makna, pola interaksi antarpengguna, serta praktik representasi pengalaman kehilangan yang muncul dan berkembang melalui aktivitas komunikasi digital di platform media sosial secara luas di kalangan pengguna muda aktif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana media sosial membentuk makna duka dan kehilangan, sekaligus menunjukkan peran TikTok sebagai ruang sosial digital dalam penyaluran emosi, pembentukan identitas, serta terciptanya budaya digital baru terkait pengalaman kehilangan.
Kata-kata Kunci: TikTok; analisis wacana digital; komodifikasi media.
Download Journal Template













