Perancangan film dokumenter berjudul "Pulau Panas Bumi" sebagai media informasi kontroversi geothermal di Mataloko
DOI:
https://doi.org/10.52434/jk.v12i2.43913Abstrak
Abstract
The controversy surrounding the development of the Mataloko Geothermal Power Plant (PLTP) in Flores has generated differing perspectives within the community due to the conflict between renewable energy development and concerns over environmental, social, and cultural impacts. The lack of dialogic and participatory communication has contributed to community resistance and prolonged social polarization. This study aims to analyze community perspectives toward the Mataloko geothermal project and to design the documentary film “Pulau Panas Bumi” as a participatory communication medium that presents balanced information. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through field observations and in-depth interviews with both pro and contra community groups, as well as representatives of the Archdiocese of Ende. Data analysis applied the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that supporters of the geothermal project perceive it as an opportunity for infrastructure development, economic improvement, job creation, and electricity supply. Some residents also clarified that allegations regarding diseases, environmental damage, and hot mud phenomena did not entirely reflect the actual conditions they experienced directly. In contrast, opposing groups highlighted threats to the environment, agriculture, water resources, agrarian culture, and the emergence of social conflicts. This study resulted in the design of the documentary film “Pulau Panas Bumi,” which presents multiple perspectives objectively through an expository documentary approach. The research contributes to the use of documentary film as a participatory communication medium and a public dialogue space for understanding geothermal conflicts in Flores.
Keywords: Participatory communication; documentary; geothermal; mataloko.
Abstrak
Kontroversi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Flores memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat akibat benturan antara kebutuhan energi terbarukan dengan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, sosial, dan budaya. Minimnya komunikasi yang dialogis dan partisipatif menyebabkan munculnya resistensi masyarakat serta polarisasi sosial yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pandangan masyarakat terhadap proyek geothermal Mataloko serta merancang film dokumenter “Pulau Panas Bumi” sebagai media komunikasi partisipatif yang mampu menyajikan informasi secara berimbang. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan kelompok masyarakat pro dan kontra, serta pihak Keuskupan Agung Ende. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang mendukung proyek geothermal memandang proyek tersebut sebagai peluang pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan penyediaan energi listrik. Sebagian warga juga memberikan klarifikasi bahwa berbagai tuduhan mengenai penyakit, kerusakan lingkungan, dan fenomena lumpur panas tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang mereka alami secara langsung. Sebaliknya, kelompok yang menolak menyoroti ancaman terhadap lingkungan, pertanian, sumber air, budaya agraris, serta munculnya konflik sosial. Penelitian ini menghasilkan rancangan film dokumenter “Pulau Panas Bumi” yang menghadirkan berbagai perspektif secara objektif melalui pendekatan dokumenter ekspositori. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemanfaatan film dokumenter sebagai media komunikasi partisipatif dan ruang dialog publik dalam memahami konflik pembangunan geothermal di Flores.
Kata-kata Kunci: Komunikasi partisipatif; film dokumenter; geothermal; mataloko.
Download Journal Template













