Analisis respon netizen terhadap program makan bergizi gratis di youtube tempo.co

Penulis

  • Nurfadila Laupa
  • Iskandar Iskandar Iskandar2, Sumarni Sumai3, Afidatul Asmar4, Wahyuddin5 Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Parepare, Indonesia
  • Sumarni Sumai Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Parepare, Indonesia
  • Afidatul Asmar Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Parepare, Indonesia
  • Wahyuddin Wahyuddin Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Parepare, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52434/jk.v12i1.43567

Abstrak

Abstract 

This study analyzes the narratives and responses of netizens to the controversial social program "Free Lunch Program," discussed in the Bocor Alus Politik podcast on Tempo.co's YouTube channel. This phenomenon relates to public reactions that emerge on social media platforms in response to government policies. The objective of this research is to analyze netizen reactions to the controversial social program, "Free Lunch Program," discussed in the Bocor Alus Politik podcast on Tempo.co's YouTube channel. The phenomenon under study pertains to the public opinion that develops on social media as a response to government policies, with a focus on sentiment analysis, toxicity, and the topics discussed by netizens. The data for this study were collected from 51,000 comments on a video that has been viewed over 1 million times, which were analyzed using sentiment and toxicity analysis algorithms, as well as semantic clustering methods to assess discussion patterns. The results show that the majority of comments are neutral, with a dominant negative sentiment related to dissatisfaction with government policies. Toxicity analysis reveals relatively low but significant toxic interactions in some comments related to criticisms of the policy. Semantic topic clustering shows that netizens focused on issues such as government budgets, social inequality, and the potential abuse of the program. These findings provide new insights into how social programs are interpreted in digital discourse, reflecting dissatisfaction with government policies. The significance of these findings enriches political communication theory by adding an understanding of the dynamics of netizen interactions on social media regarding public policies. This study makes a significant contribution to understanding the emerging patterns of political communication in cyberspace and their impact on public opinion.

Keywords:  Communalytic.org; free lunch program; podcast; tempo.co; YouTube.

 

Abstrak 

Penelitian ini menganalisis narasi dan respons netizen terhadap program sosial kontroversial "Program Makan Siang Gratis" yang dibahas dalam podcast Bocor Alus Politik di YouTube Tempo.co. Fenomena ini berkaitan dengan tanggapan masyarakat yang muncul di platform media sosial terhadap kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi netizen terhadap program sosial yang kontroversial, yakni “Program Makan Siang Gratis” yang dibahas dalam podcast Bocor Alus Politik di YouTube Tempo.co. Fenomena yang dikaji berkaitan dengan opini publik yang berkembang di media sosial sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah, dengan fokus pada analisis sentimen, toksisitas, dan topik yang dibahas oleh netizen. Data penelitian dikumpulkan dari 51.000 komentar pada video yang telah ditonton lebih dari 1 juta kali, yang dianalisis menggunakan algoritma analisis sentimen dan toksisitas, serta metode klastering semantik untuk menilai pola diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas komentar bersifat netral dengan dominasi sentimen negatif terkait ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah. Analisis toksisitas mengungkapkan adanya interaksi toksik yang relatif rendah, namun cukup signifikan dalam beberapa komentar terkait kritik terhadap kebijakan. Klastering topik semantik menunjukkan bahwa netizen terfokus pada isuisu seperti anggaran pemerintah, ketimpangan sosial, dan potensi penyalahgunaan program. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana program sosial diinterpretasikan dalam diskursus digital, mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah. Signifikansi temuan ini memperkaya teori komunikasi politik dengan menambah pemahaman mengenai dinamika interaksi netizen di media sosial terkait kebijakan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami pola komunikasi politik yang berkembang di dunia maya dan pengaruhnya terhadap opini publik.

Kata-kata kunci: Communalytic.org; program makan siang gratis; podcast; tempo.co; YouTube.

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian