Manajemen krisis PT Pertamina dalam kasus bensin oplosan pada konten @pertamina di Instagram
DOI:
https://doi.org/10.52434/jk.v12i1.43553Abstrak
Abstract
The alleged fuel adulteration case involving PT Pertamina (Persero) in 2025 developed into a reputational crisis that significantly affected public trust, particularly within social media spaces. The massive negative media coverage and the dominance of public sentiment on Instagram required the company to implement appropriate and responsive crisis management strategies. This study aims to analyze how PT Pertamina managed the fuel adulteration case through content published on its official Instagram account, @pertamina. The research employs a qualitative approach using qualitative content analysis to examine crisis communication messages disseminated during the crisis period from February 28 to May 28, 2025.”. The analytical framework is based on Situational Crisis Communication Theory (SCCT) to identify the crisis response. The findings indicate that PT Pertamina utilized Instagram as its primary crisis communication channel by emphasizing apology strategies, clarification efforts, and image and reputation recovery initiatives. The study concludes that Pertamina’s crisis management pattern began with apologia, followed by diminish strategies, and concluded with bolstering, with bolstering emerging as the dominant strategy throughout the crisis period. This research is expected to contribute academically to the study of crisis management in state-owned enterprises and serve as a practical evaluation for companies in formulating social media–based crisis communication strategies.
Keyword: Pertamina; crisis; crisis management; fuel adulteration; Instagram.
Abstrak
Kasus dugaan pengoplosan bensin yang melibatkan PT Pertamina (Persero) pada tahun 2025 berkembang menjadi krisis reputasi yang berdampak signifikan terhadap kepercayaan publik, khususnya di ruang media sosial. Pemberitaan negatif yang masif serta munculnya sentimen publik yang dominan di Instagram menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi manajemen krisis yang tepat dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen krisis PT Pertamina dalam menangani kasus bensin oplosan melalui unggahan konten pada akun Instagram resmi @pertamina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif terhadap konten komunikasi krisis yang dipublikasikan selama periode krisis 28 Februari – 28 Mei 2025. Kerangka analisis dalam penelitian ini mengacu pada Situational Crisis Communication Theory (SCCT) guna mengidentifikasi strategi respons krisis yang dilakukan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pertamina memanfaatkan Instagram sebagai kanal utama komunikasi krisis dengan menekankan strategi permintaan maaf, klarifikasi, serta upaya perbaikan citra dan reputasinya di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah pola yang dilakukan Pertamina adalah dengan menggunakan apology, diminish, dan diakhiri dengan bolstering, Pertamina menggunakan strategi dominasi bolstering yang banyak digunakan dalam masa periode krisis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam kajian manajemen krisis korporasi BUMN serta menjadi bahan evaluasi praktis bagi perusahaan dalam menyusun strategi komunikasi krisis berbasis media sosial.
Kata-kata kunci: Pertamina; krisis; manajemen krisis; bensin oplosan; instagram.
Download Journal Template













