Representasi peran Ayah dalam pola asuh pada akun tiktok @babehnya seiji

Penulis

  • Pika Lailatul Kamilah
  • Nunik Hariyanti Ilmu Komunikasi, Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.52434/jk.v12i1.43509

Abstrak

Abstract

The phenomenon of fatherlessness remains a social problem, especially in Indonesia, caused by the lack of involvement of fathers in child rearing, which is often influenced by social constructs that place fathers solely as breadwinners, with child rearing becoming the responsibility of mothers. The development of social media, especially TikTok, has provided a new space for the dissemination of educational content that can build an understanding of the role of fathers in child rearing. One of the content creators who consistently raises this issue is the @Babehnya Seiji account. This study aims to analyze the representation of the role of fathers in child-rearing patterns as presented through the TikTok content of @Babehnya Seiji using the perspectives of Stuart Hall's representation theory and Diana Baumrind's parenting style theory. This study uses a qualitative approach with content analysis methods. Data was obtained through observation and documentation of a number of videos uploaded by the account, focusing on visual narratives, verbal messages, and parenting practices displayed. The results of the study show that the TikTok content @Babehnya Seiji represents the role of fathers as individuals who are present both physically and emotionally, actively involved in their children's lives, and role models in shaping their children's character, courage, and independence. This representation is a form of deconstruction of the dominant meaning that limits the role of fathers as breadwinners. Keywords: Representasi; Fatherless; pola asuh; TikTok.

 

Abstrak

Fenomena fatherless yang masih menjadi permasalahan sosial terutama di indonesia, diakibatkan minimnya keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan anak, karena  seringkali dipengaruhi konstrusi sosial yang menempatkan seorang ayah sebagai figur pencari nafkah, dan pengasuhan anak menjadi tanggung jawab dari ibu. Adanya perkembangan media sosial, terutama TikTok, memberikan ruang baru untuk penyebaran konten edukatif yang mampu membangun pemaknaan peran ayah dalam pengasuhan anak. Salah satu dari konten kreator yang konsisten mengakat isu tersebut adalah akun @Babehnya Seiji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa representasi peran ayah dalam pola asuh anak yang ditampilkan melalui konten TikTok @Babehnya Seiji dengan menggunakan perspektif teori representasi Stuart Hall dan teori pola asuh Diana Baumrind. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode anlisis isi. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi terhadap sejumlah video yang diunggah akun tersebut, dengan fokus pada narasi visual, pesan verbal, dan praktik pengasuhan yang ditampilkan, hasil penelitian menunjukan, konten TikTok @Babehnya Seiji merepresentasikan peran ayah sebagai seorang yang hadir baik secara langsung maupun emosial, aktif terlibat dalam kehidupan anak, dan menjadi role model dalam mebentuk karakter, keberania, dan kemandirian anak. Representasi ini menjadi bentuk dekonstruksi terhadap makna dominan yang mebatasi peran ayah sebagai pencari nafkah. Meninjau dari pola asuh Diana Baumrind, pola asuh demokratis lebih dominan diterapkan berdasarkan adanya komunikasi dua arah, pemberian ruang serta adanya dukungan emosional. Pola asuh permisif dan otoriter hanya muncul secara kontekstual, menunjukan adanya fleksibilitas dalam pengasuhan. Dengan demikian, konten dari @Babehnya Seiji bermanfaat sebagai edukasi peningkatan sesadaran masyarakat dalam mencegah isu fatherless.

Kata-kata kunci: Representasi; Fatherless; pola asuh; TikTok.

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian