Persepsi gen z tentang efektivitas kolaborasi perusahaan dalam promosi produk kosmetik lokal menggunakan influencer Korea
DOI:
https://doi.org/10.52434/jk.v12i1.43507Abstrak
AbstractThis study examines Generation Z’s perceptions of the effectiveness of collaborations between Indonesian local cosmetic brands and Korean influencers in promotional activities amid the growing influence of K-culture in the national beauty industry. Brands such as Somethinc, Dear Me Beauty, and Emina increasingly adopt Korean elements to construct modern and globally appealing brand images. This research employs a descriptive qualitative approach involving ten Generation Z informants residing in Jakarta. Data were collected through in-depth interviews to explore perceptions of brand image, influencer credibility, and purchase decisions. The analysis focuses on how participants interpret the presence of Korean public figures compared to the mere adoption of Korean visual aesthetics. The findings indicate that collaborations involving Korean celebrities, particularly Han So-hee and the K-pop group NCT Dream, significantly strengthen perceptions of product quality, global appeal, and brand credibility. Somethinc is perceived as the most effective brand due to its authenticity and consistency between influencer persona and brand identity. In contrast, Dear Me Beauty and Emina are viewed as less capable of building strong emotional connections with audiences. Grounded in Cultural Hybridization and Influencer Credibility theories, this study emphasizes that authentic value integration and persona brand alignment are more decisive than surface-level Korean visual adoption. These findings offer practical implications for marketers in designing culturally resonant influencer-based promotional strategies targeting young Indonesian beauty market segments.
Keywords: Generation Z; local cosmetic brands; cross-cultural collaboration; Korean influencers; cultural hybridization.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji persepsi Generasi Z terhadap efektivitas kolaborasi antara merek kosmetik lokal Indonesia dan influencer Korea dalam aktivitas promosi, seiring meningkatnya pengaruh Kculture dalam industri kecantikan nasional. Merek seperti Somethinc, Dear Me Beauty, dan Emina semakin mengadopsi elemen Korea untuk membangun citra yang modern dan berdaya tarik global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sepuluh informan Generasi Z yang berdomisili di Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi persepsi terkait citra merek, kredibilitas influencer, dan keputusan pembelian. Analisis difokuskan pada bagaimana partisipan memaknai kehadiran figur publik Korea dibandingkan dengan sekadar adopsi estetika visual Korea. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi yang melibatkan selebritas Korea, khususnya Han So-hee dan grup K-pop NCT Dream, secara signifikan memperkuat persepsi kualitas produk, daya tarik global, dan kredibilitas merek. Somethinc dipersepsikan sebagai merek paling efektif karena menunjukkan autentisitas serta konsistensi antara persona influencer dan identitas merek. Sebaliknya, Dear Me Beauty dan Emina dinilai kurang mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan audiens. Berlandaskan teori Hibridisasi Budaya dan Kredibilitas Influencer, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai yang autentik dan keselarasan personamerek lebih menentukan dibandingkan adopsi visual Korea secara permukaan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pemasar dalam merancang strategi promosi berbasis influencer yang relevan secara kultural bagi segmen pasar kecantikan muda di Indonesia.
Kata-kata kunci: Generasi Z; merek kosmetik lokal; kolaborasi lintas budaya; influencer Korea; hibridisasi budaya.
Download Journal Template













