Optimasi Sistem Distribusi melalui Penempatan Express Feeder Menggunakan Algoritma Genetika untuk Mengurangi Rugi Daya

Penulis

  • Rizaldi Syauqil Aman Universitas Siliwangi
  • Edvin Priatna Universitas Siliwangi
  • Muhammad Aris Risnandar Universitas Siliwangi

Kata Kunci:

Algoritma Genetika, Backward-Forward Sweep, Express Feeder, Rugi Daya

Abstrak

Rugi-rugi daya pada sistem distribusi merupakan salah satu masalah utama yang mempengaruhi efisiensi penyaluran energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan rugi daya melalui pemasangan express feeder dan load break switch (LBS) baru. Metode optimasi yang digunakan untuk menentukan titik lokasi penempatan optimal menggunakan Algoritma Genetika. Algoritma genetika dan perhitungan aliran daya diimplementasikan menggunakan software MATLAB2024a kemudian dilakukan proses validasi dengan membandingkan hasil aliran daya dari MATLAB2024a dengan hasil simulasi pada software ETAP 19.0.1. Studi kasus diterapkan pada sistem distribusi penyulang CLDG dengan membandingkan kondisi eksisting dan kondisi setelah optimasi. Hasil simulasi pada kondisi eksisting menunjukan rugi daya total sebesar 554.109 kW. Setelah penerapan optimasi menggunakan metode algoritma genetika untuk mencari titik penempatan lokasi express feeder dan LBS baru, rugi daya berhasil diminimalkan menjadi 308.4 kW. Hasil ini membuktikan bahwa pemasangan express feeder dan LBS baru menggunakan metode algoritma genetika merupakan solusi yang efektif untuk meminimalkan rugi-rugi daya pada sistem distribusi.

Referensi

[1] S. Husu, A. Lolok, S. Hay, L. Pagiling, Y. A. Koedoes, and I. Galugu, Analisis Rugi-Rugi Daya Pada Jaringan Distribusi Pt Pln Persero Rayon Raha.

[2] Adrianus Dri, “ Meminimalkan Rugi-Rugi Pada Sistem Distribusi Tegangan Menengah Dengan Pemasangan Kapasitor,” Tanjungpura Jurnal, pp. 1–6, Aug. 2020.

[3] S. Satriani, M. T. Akhmad, H. Fauziah, and M. F. Ali, “Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro dan Informatika (SNTEI) 2023-Teknik Listrik Rekonfigurasi Jaringan Distribusi 20 kV untuk Mengurangi Drop Voltage Pada Penyulang Asuhan GI Daya”.

[4] M. Otong and A. Nurrohman, “Rekonfigurasi Jaringan Distribusi Menggunakan Algoritma Genetika di Interkoneksi Penyulang Pakupatan dan Palima pada Beban Prioritas untuk Mengurangi Rugi Daya dan Jatuh Tegangan,” Jurnal Ilmiah Setrum Article In Press, vol. 8, no. 2, pp. 158–165, 2019.

[5] Dr. Ramadoni Syahputra, Transmisi Dan Distribusi Tenaga Listrik, vol. 1. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2021.

[6] J. Kartoni and E. Ervianto, “Analisa Rekonfigurasi Pembebanan Untuk Mengurangi Rugi-Rugi Daya Pada Saluran Distribusi 20 kV,” 2016.

[7] A. Van Anugrah and H. Eteruddin, “Studi Pemasangan Express Feeder Jaringan Distribusi 20 kV Untuk Mengatasi Drop Tegangan Pada Feeder Sorek PT PLN (Persero) Rayon Pangkalan Kerinci,” Jurnal Sain, Energi, Teknologi & Industri), vol. 4, no. 2, pp. 65–71, 2020.

[8] Teuku Murisal Asyadi, “Analisis Peningkatan Keandalan Jaringan SUTM A3CS yang difungsikan Sebagai Incoming Baru dengan Skema Express Feede,” Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering, vol. 5, pp. 1–7, 2023.

[9] D. Hardiantono and P. Mangera, “Comparison using express feeder and capacitor bank allocation to corrective voltage level on primary distribution feeder,” European Journal of Electrical Engineering, vol. 21, no. 4, pp. 355–359, 2019, doi: 10.18280/ejee.210402.

[10] U. Faruq, A. Ridho, M. Vrayulis, and E. Julio, “Analisa Aliran Daya pada Sistem Tenaga Listrik menggunakan ETAP 12.6,” Jurnal Sain, Energi, Teknologi & Industri), vol. 6, no. 1, pp. 16–22, 2021, doi: 10.31849/sainetin.v6i1.7031.

[11] N. A. Musdir, A. Arief, and M. B. Nappu, “Penempatan Distributed Generation Optimal Mempertimbangkan Rekonfigurasi Jaringan,” Jurnal EKSITASI, vol. 1, no. 2, p. 2022.

[12] Yuliana, Algoritma Genetika, vol. 1. Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, 2020.

Unduhan

Diterbitkan

12/31/2025