ISLAM DAN DEMOKRASI

Ieke Sartika Iriany

Abstrak


Abstrak. Indonesia tengah dilanda berbagai masalah yang kompleks. Sistem demokrasi yang seyogyanya menghasilkan masyarakat yang bebas dan sejahtera, tidak terlihat hasilnya, malah kenyataannya bertolak belakang, karena demokrasi membutuhkan sosok yang mampu mengarahkan ke arah visi yang benar mengenai demokrasi, memiliki cara komunikasi politik yang penuh empati, serta mempunyai kecerdasan akademik dan emosional untuk membawa Indonesia ke dalam sistem politik demokratis yang disertai aktivitas keislaman. Fenomena semaraknya aktivitas keislaman justru diiringi dengan fenomena semaraknya kriminalitas, korupsi, dan rendahnya social trust di kalangan masyarakat. Agama Islam yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia, belumlah ekuivalen dengan lahirnya masyarakat yang beradab (civility), lahirnya masyarakat hard state, dan masih terlalu jauh dalam khayalan baldatun thayyibatun wa robbun ghafur.Perilaku keagamaan (khususnya Islam) di Indonesia dapat memberikan nilai-nilai kontributif dalam konstruksi budaya soft state. Salah satu fenomena ini dapat ditelaah dalam pelaksanaan pemilu, bahwa implementasi perilaku demokrasi, secara visioner idealnya konsisten dengan komunikasi politik dan nilai- nilai agama Islam.

Kata Kunci : Islam, komunikasi politik dan demokrasi

Abstract. Indonesia has been hit by complex problems. A democratic system that should produce a free and prosperous society, no results, in fact contradictory, because democracy requires a figure that can lead to a true vision of democracy, has a way of empathetic political communication, and has the academic and emotional intelligence to Bringing Indonesia into a democratic political system accompanied by Islamic activities. The phenomenon of splendor of Islamic activity is precisely accompanied by phenomena of splendor of criminality, corruption, and low social trust among the community. The Islamic religion of the majority of Indonesians, not yet equivalent to the birth of civilized society (civility), the birth of the hard state community, and still too far in the fantasy of baldatun thayyibatun wa robbun ghafur. Religious behavior (especially Islam) in Indonesia can provide contribute values In the construction of soft state culture. One of these phenomena can be examined in the election exercise, that the implementation of democratic behavior, is ideally ideally consistent with political communication and Islamic religious values.

Keywords: Islam, Political, Communication and democracy

Teks Lengkap:

DOWNLOAD PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.10358/jk.v3i1.248

DOI (DOWNLOAD PDF): http://dx.doi.org/10.10358/jk.v3i1.248.g266

Refbacks





ISSN : 2461-0836
E-ISSN : 2580-538X

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI, UNIVERSITAS GARUT

Jln. Raya Samarang No. 52A Hampor- Tarogong Garut,Jawa Barat 44151

(0262) 544-218

(0262) 544-217

Email : fikom@uniga.ac.id


Lisensi Creative Commons
Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Web Analytics

Supported by:

Copyright © journal.uniga.ac.id 2015