ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN BALAI BENIH UTAMA SEBAGAI KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN LEWA KABUPATEN SUMBA TIMUR

Penulis

  • Asyer Huki Radandima
  • Junaedin Wadu 1Program Studi Agribisnis Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

DOI:

https://doi.org/10.52434/mja.v9i1.43683

Kata Kunci:

SWOT, QSPM, Agrowisata, Balai Benih Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi serta merumuskan strategi pengembangan Balai Benih Utama (BBU) sebagai kawasan agrowisata di Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan analisis strategis melalui matriks IFAS, EFAS, IE, SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), dengan melibatkan 15 responden yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBU Lewa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata, didukung oleh keberagaman komoditas hortikultura, ketersediaan lahan yang luas, kegiatan edukasi pertanian, aktivitas pertanian yang dapat diamati langsung oleh pengunjung, serta panorama alam yang menarik. Kekuatan utama terletak pada konsep edukasi pertanian yang menjadi daya tarik bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Sumba Timur, sedangkan kelemahan utamanya adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Dari sisi eksternal, peluang berasal dari tren agrowisata berbasis back to nature, sementara ancaman berupa kondisi cuaca dan iklim yang tidak menentu. Hasil analisis IFAS sebesar 2,87 dan EFAS sebesar 2,78 menempatkan BBU pada sel V matriks IE dengan strategi hold and maintain. Strategi yang dihasilkan meliputi pengembangan paket agrowisata edukatif, optimalisasi peran petani muda, peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan promosi. Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas adalah peningkatan sarana dan prasarana pertanian serta fasilitas pendukung agrowisata

Referensi

Aiman, M. Y., Nugroho, S. D., & Amir, I. T. (2024). Strategi pengembangan agrowisata edukasi pertanian di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Agridevina: Berkala Ilmiah Agribisnis, 10(1). https://doi.org/10.33005/adv.v10i1.2620

Anantanyu, S. (2018). Pemberdayaan Petani Melalui Pendampingan Dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pertanian. Jurnal Penyuluhan, 14(1), 45–56.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur.

David, F. R., David, F. R., & David, M. E. (2020). Strategic management: A competitive advantage approach, concepts and cases (17th ed.). Pearson Education.

Edi, E. (2025). Strategi Pengembangan Wisata Melalui Analisis Daerah Operasi Dan Objek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Pantai Muara Indah di Kota Agung Kabupaten Tanggamus (Doctoral dissertation, Universitas Lampung).

Kurniawan, I. (2021). IFAS–EFAS untuk strategy planning. Retrieved from https://sis.binus.ac.id/2021/02/05/ifas-efas-untuk-strategy-planning

Lukman, M. Y., & Zaki, M. (2019). Pengembangan potensi kawasan agrowisata Pulau Kaledupa di Kabupaten Wakatobi. LOSARI: Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman, 21–29.

Nugroho, I., & Negara, P. D. (2019). Pengembangan Agrowisata Berbasis Edukasi Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Kawasan Perdesaan. Jurnal Pariwisata Terapan, 3(2), 89–101.

Pambudi, S. H., & Setyono, P. (2018). Strategi Pengembangan Agrowisata Dalam Mendukung Pembangunan Pertanian: Studi kasus di Desa Wisata Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Analisis Kebijakan Pertanian, 16(2), 165–184.

Pearce, J. A., & Robinson, R. B. (2015). Strategic Management: Planning For Domestic And Global Competition (13th ed.). McGraw-Hill Education.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01

Terbitan

Bagian

MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness And Agricultural Economics Journal)