RESILIENSI USAHA PENGOLAHAN IKAN KERING SKALA KECIL DI PROVINSI BENGKULU INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.52434/mja.v9i1.43668Kata Kunci:
resiliensi usaha; usaha pengolahan ikan kering; daya antisipasi; daya adaptasi; daya inovasi; Provinsi BengkuluAbstrak
Usaha pengolahan ikan kering skala kecil memiliki peran strategis dalam menopang mata pencaharian masyarakat pesisir sekaligus mendukung pengembangan ekonomi perikanan di Provinsi Bengkulu. Namun demikian, keberlanjutan usaha ini masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat resiliensi usaha pengolahan ikan kering melalui pengembangan indeks resiliensi usaha yang mencakup empat dimensi utama, yaitu resiliensi diri pelaku usaha, daya adaptasi, daya inovasi, dan daya antisipasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 488 pelaku usaha yang ditentukan secara sensus dan data dianalisis menggunakan indeks resiliensi usaha berbasis skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi usaha pengolahan ikan kering skala kecil di Provinsi Bengkulu berada pada kategori cukup tinggi dengan rata-rata skor 149,4, dengan resiliensi diri pelaku usaha sebagai dimensi yang paling dominan. Meskipun daya adaptasi, daya inovasi, dan daya antisipasi telah menunjukkan kapasitas yang relatif baik, beberapa aspek masih perlu diperkuat, khususnya pada aspek pemasaran digital, pengelolaan keuangan digital, diversifikasi produk, inovasi pemasaran, dan perencanaan risiko usaha. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan resiliensi tidak cukup hanya bertumpu pada resiliensi diri pelaku usaha, tetapi juga memerlukan peningkatan kapasitas inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan risiko agar usaha pengolahan ikan kering skala kecil mampu bertahan, beradaptasi, serta berkembang secara berkelanjutan. cukup tinggi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
|










