STRUKTUR RANTAI PASOK DAN DISTRIBUSI NILAI AGROINDUSTRI KOLANG-KALING DI KABUPATEN TASIKMALAYA
DOI:
https://doi.org/10.52434/mja.v9i1.43607Kata Kunci:
Agroindustri, Distribusi Nilai, Kolang-kalingAbstrak
Agroindustri kolang-kaling memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian perdesaan, namun sistemnya masih menghadapi permasalahan ketimpangan distribusi nilai antar pelaku rantai pasok. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis struktur rantai pasok serta distribusi nilai pada agroindustri kolang-kaling di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data secara deskriptif digunakan untuk menganalisis struktur rantai sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan metode distribusi nilai menggunakan tiga indikator matematis yaitu margin pemasaran, price spread, dan farmer’s share. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa struktur rantai pasok melibatkan lima pelaku utama yaitu petani, pengolah, pengepul, pedagang, dan pengecer. Dalam sistem rantai pasok telah berlangsung aliran produk dari hulu ke hilir, serta aliran finansial dan informasi yang belum terdistribusi secara merata. Margin pemasaran terbesar diperoleh oleh pengolah dan pengepul sebesar Rp3.000/kg, sedangkan keuntungan terbanyak diperoleh para pengepul yaitu Rp2.800/kg. Nilai price spread sebesar 68,75% dan farmer’s share sebesar 31,25% menunjukkan bahwa distribusi nilai dalam rantai pasok masih belum berjalan secara adil, dengan dominasi nilai pada pelaku hilir. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kebijakan yang berfokus pada penguatan kelembagaan petani dan pengolah, peningkatan akses dan transparansi informasi harga, serta pengembangan pola pemasaran direct selling yang efisien.
Referensi
Abvhpradullah, F., Paillin, D. B., Camerling, B. J., & Tupan, J. M. (2022). Analisis Pemilihan Supplier Menggunakan Analytical Hierarchy Process (Ahp). ALE Proceeding, 5, 85–91. https://doi.org/10.30598/ale.5.2022.85-91
Adawiyah, D. R., Sasaki, T., & Kohyama, K. (2013). Characterization of arenga starch in comparison with sago starch. Carbohydrate Polymers, 92(2), 2306–2313. https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2012.12.014
Ahumada, O., & Villalobos, J. R. (2009). Application of planning models in the agri-food supply chain : A review. European Journal of Operational Research, 196(1), 1–20. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2008.02.014
Apriyani, D., Bahar, R. R., Mutiarasari, N. R., & Fruit, P. (2025). Analysis of the Supply Chain Performance of Sugar palm fruit in Tasikmalaya Regency , West Java. 09(02). Arifianto, D. S., Awaliyah, F., & Adinasa, M. (2024). Efisiensi Ekonomi Usaha Gula Aren Serta Faktor yang Berpengaruh terhadap Pendapatannya di Kabupaten Garut. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 7(2), 286–306.
Asmarantaka, R. (2012). Pemasaran Agribisnis (Agrimarketing). IPB Press.
Bellemare, M. F., & Bloem, J. R. (2018). Does Contract Farming Improve Welfare ? A Review Q. World Development, 112, 259–271. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2018.08.018
Chopra, S., & Meindl, P. (2016). Supply Chain Management.
Christopher, M. (2011). Logistics & Supply Chain Management.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed). Sage Publication.
Ibrahim, M. F., Abdullah, M. Y., & Raja Othman, R. N. A. (2018). Characterization Of Reproductive Morphological Characteristics Of Sugar Palm (Arenga Pinnata) And Its Relationship With Sap Yield And Brix Value. Forests Trees and Livelihoods, 27(3), 195–201. https://doi.org/10.1080/14728028.2018.1467799
Indonesian Embassy. (2021). Kolang Kaling: Si Komoditas Ekspor Superior Indonesia. https://kemlu.go.id/maputo/id/news/12582/kolang-kaling-si-komoditas-ekspor-superior-indonesia
Intan, M., Herista, S., Wahana, S., & Dwirayani, D. (2025). Analisis Daya Saing dan Rantai Pasok Mangga Gedong Gincu di Pasar Internasional. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 8(2), 380–394.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
|










