PERBANDINGAN KINERJA EKONOMI USAHATANI CENGKEH ANTARA VARIETAS ZANZIBAR DAN SIKOTOK
DOI:
https://doi.org/10.52434/mja.v9i1.42712Kata Kunci:
Pendapatan, Cengkih, Varietas Zanzibar, Varietas SikotokAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi dan pendapatan dari usahatani cengkeh varietas Zanzibar dan Sikotok, menilai pendapatan usahatani cengkeh varietas tersebut dan mengevaluasi kelayakan dan profitabilitas usahatani cengkeh varietas Zanzibar dan Sikotok. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan memilih 10 petani cengkeh dari kedua varietas tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah dengan mengkaji biaya produksi, penerimaan, pendapatan, kelayakan, dan melakukan analisis keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi usahatani cengkeh varietas Zanzibar sebesar Rp. 1.103.373, sedangkan total biaya usahatani cengkeh varietas Sikotok sebesar Rp. 1.026.341. Pendapatan dari perkebunan cengkeh varietas Zanzibar adalah Rp. 6.270.000, dengan produksi 66 Kg/tahun. Sebaliknya, pendapatan dari perkebunan cengkeh varietas Sikotok adalah Rp. 4.410.000, dengan produksi 63 Kg/tahun. Pendapatan dari usahatani cengkeh varietas Zanzibar sebesar Rp. 5.166.627, sedangkan pendapatan dari usahatani cengkeh varietas Sikotok sebesar Rp. 3.383.659. RC rasio untuk varietas Zanzibar adalah 5,6 sedangkan varietas Sikotok adalah 4,2. Rasio BC untuk pertanian cengkeh Zanzibar adalah 5,6 sedangkan cengkeh Sikotok adalah 4,6. Dengan demikian, baik varietas Zanzibar maupun Sikotok, usaha tani cengkeh dianggap layak dan menguntungkan.
Referensi
Ellis, F. (2018). Rural Livelihoods And Diversity In Developing Countries. Oxford University Press.
Fatmawati, F., & Suradi, S. (2022). Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Tanaman Perkebunan Rakyat. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2), 145–156.
Gittinger, J. P. (2017). Economic Analysis Of Agricultural Projects (2nd ed.). Johns Hopkins University Press.
Kadariah. (2001). Evaluasi proyek: Analisis ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Lolowang, H. A. A., Palenewen, V. V. J., & Mirah, A. D. P. (2016). Analisis Keuntungan Usahatani Cengkeh (Studi Kasus Desa Suluun Raya). Jurnal Agribisnis, 12(2), 85–94.
Rachmat, M., & Erwidodo. (2016). Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Perkebunan Rakyat. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(1), 1–14.
Rahbiah Busaeri, S., Hasan, I., & Nurhayati. (2020). Analisis Kelayakan Usahatani Cengkeh Di Desa Kompong Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Jurnal Agribisnis, 3(1), 47–56.
Rahim, A., & Hastuti, D. R. D. (2007). Ekonomika pertanian: Pengantar teori dan kasus. Penebar Swadaya.
Rasmikayati, E., Setiawan, I., & Saefudin, B. R. (2020). Analisis Efisiensi Ekonomi Usahatani Perkebunan Rakyat. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 13(3), 201–213.
Rustamana, A., Wahyuningsih, P., Azka, M. F., & Wahyu, P. (2024). Penelitian Metode Kuantitatif. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 5(6), 1–10. https://doi.org/10.9644/sindoro.v4i5.3317
Soekartawi. (2016). Analisis usahatani. UI Press.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta.
Yusuf, M., & Agustang, A. (2020). Dinamika perubahan sosial ekonomi masyarakat Kindang Kabupaten Bulukumba. Jurnal Sosialisasi, 7(1), 1–10.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
|










