Pendusta Agama Dalam QS Al-Ma’un

Penulis

  • Tiara Sani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Muhammad Yahya Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Hasyim Haddade Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini mengkaji konsep "pendusta agama" (mukadzdzib bid-din) sebagaimana termaktub dalam QS Al-Ma'un ayat 1-7 melalui pendekatan tafsir tahlili. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penafsiran lafaz-lafaz kunci dalam surah tersebut, mengungkap korelasi antara kelalaian ibadah ritual dengan ketidakpedulian sosial, serta merumuskan hikmah yang relevan bagi pembentukan karakter muslim dalam konteks kontemporer. Metode yang digunakan adalah tafsir tahlili, Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS Al-Ma'un mendefinisikan pendusta agama bukan semata berdasarkan pengingkaran teologis, melainkan melalui tiga indikator perilaku utama: pertama, menghardik anak yatim dengan menolak hak haknya; kedua, enggan menganjurkan pemberian makan kepada orang miskin; dan ketiga, melaksanakan shalat secara lalai (sahun) disertai sikap riya' serta keengganan memberikan bantuan sederhana (al-ma'un). Novelty penelitian ini terletak pada analisis integratif antara aspek linguistik-tahlili dengan implikasi sosio-teologis surah tersebut, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai karakter muslim ideal yang tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-13

Terbitan

Bagian

Jurnal Pendidikan Agama Islam