Pemikiran Filosofis Pendidikan Islam Pragmatisme

Penulis

  • Muhibuddin Zaini Fakultas Hukum, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Taubatan Nasuha Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia

Abstrak

Tulisan ini mengkaji tentang pemikiran filosofis pendidikan Islam pragmatism, filsafat pragmatism menentukan nilai pengetahuan berdasarkan kegunaan praktisnya, aliran pragmatisme bahagian dari filsafat modern yang menengahi antara filsafat empiris dengan idealis, metode yang memakai  akibat-akibat  praktis  dari  pikiran  dan  kepercayaan  sebagai ukuran untuk menetapkan nilai-nilai kebenaran. Kalangan pragmatisme menganggap bahwa realitas bukanlah sesuatu yang abstrak, ia lebih sebagai pengalaman yang terus berubah- ubah dan transaksional, sebab realitas tidaklah terbakukan, melainkan akan berubah dari masa ke masa karena pengalaman manusia yang semakin meluas. Maka segala apa yang benar hari ini kemungkinan besar akan berbeda di esok hari, krena kebenaran tidak bersifat mutla, kita hidup   dikalangan   dinamis yang mengalami perubahan terus menerus sehingga hal ini juga menjadikan dasar kepada hukum-hukum dasar ilmiah yang selalu berubah. bagi pragmatisme, sehingga aliran pragmatis tidak berhenti pada satu kebenaran tetapi setiap hari terus diuji dan dikembangkan selama bisa memberikan manfaat dan hasil yang praktis bagi kehidupan terlebih-lebih dalam ranah pendidikan. Karena pragmatisme menegaskan bahwa pendidikan diarahkan pada upaya yang bukan semata-mata memberikan pengetahuan teoritis, melainkan pada upaya memberikan kesempatan pada anak didik untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah yang dihadapi atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat dilakukan oleh anak sendiri, bukan karena dipompakan oleh orang lain kepada orang lain. 

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30

Terbitan

Bagian

Jurnal Pendidikan Agama Islam