Analisis Kaidah Ad-Dhararu Yuzāl Dalam Pelaksanaan Shalat di Rumah Saat Cuaca Ekstrem

Penulis

  • Pikhy Ardiansyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh. Farhan Mubarak Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Achmad Musyahid Idrus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muammar Bakri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Penelitian ini membahas penerapan kaidah fikih Ad-Dhararu Yuzāl dalam pelaksanaan shalat di rumah saat terjadi cuaca ekstrem. Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, banjir, badai, dan angin kencang dapat menimbulkan bahaya serta kesulitan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Dalam kondisi demikian, Islam sebagai agama yang menjunjung kemaslahatan memberikan kemudahan (rukhsah) demi menjaga keselamatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kaidah Ad-Dhararu Yuzāl serta penerapannya terhadap kebolehan melaksanakan shalat di rumah saat cuaca ekstrem. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi pustaka (library research), menggunakan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, kaidah fikih, serta jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Ad-Dhararu Yuzāl menjadi dasar hukum dalam menghilangkan kemudaratan yang dapat mengancam keselamatan manusia. Cuaca ekstrem dipandang sebagai uzur syar’i yang membolehkan seseorang tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid dan melaksanakan shalat di rumah. Hal ini sejalan dengan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah. Dengan demikian, pelaksanaan shalat di rumah saat cuaca ekstrem merupakan bentuk fleksibilitas hukum Islam dalam menjaga kemaslahatan umat tanpa menghilangkan esensi ibadah itu sendiri.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-21

Terbitan

Bagian

Jurnal Pendidikan Agama Islam