Eksistensi dan Nilai Budaya Islam dalam Tradisi Appasitulunggang pada Petani Jagung di Bungung Lompoa: Studi Kasus di Desa Bontonompo, Jeneponta

Penulis

  • Ayu Nuraeni Sunggu Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar
  • Juwika Afrita Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia
  • Syamzan Syukur Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar
  • Muhammad Arif Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar

Abstrak

Penelitian ini mengkaji eksistensi dan nilai budaya Islam dalam tradisi Appasitulungang (gotong royong) pada masyarakat petani jagung di Bungung Lompoa, Desa Bontonompo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah, antropologi, dan sosiologi agama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, photovoice, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Appasitulungang masih eksis pada masyarakat petani jagung di Bungung Lompoa meskipun mengalami pergeseran akibat modernisasi; (2) Wujud budaya Appasitulungang tercermin dalam tujuh tahapan bertani jagung, yaitu Annangkasi Koko (membersihkan kebun), A'nangkala Koko (membajak kebun), A'lamung Batara' (menanam jagung), Ammupu' Batara' (memupuk jagung), Angngompa Ruku' Batara' (menyemprot rumput), Angngalle Raung Batra' (mengambil daun jagung), dan Anyyappe Batara' (panen jagung); (3) Tradisi ini mengandung nilai-nilai Islam yang kuat, meliputi nilai kebersamaan, tolong-menolong, solidaritas sosial, dan ketaatan pada ajaran agama. Penelitian ini menegaskan pentingnya melestarikan Appasitulungang sebagai kearifan lokal berbasis nilai Islam yang relevan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat agraris

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-04

Terbitan

Bagian

Jurnal Pendidikan Agama Islam