Estetika Suara Feminin dan Konstruksi Maskulinitas Santri Pada Tradisi Sholawat Ngelik di Mlangi, Yogyakarta

Penulis

  • Ikhsan Aji Pamungkas Sejarah Peradaban Islam , UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
  • Sarti Yani Daulay Sejarah Peradaban Islam , UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
  • Muhammad Fikri Syuhdak Sejarah Peradaban Islam , UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna di balik penggunaan karakter suara feminin dalam tradisi Sholawat Ngelik di Masjid Pathok Negoro Mlangi serta menganalisis bagaimana fenomena tersebut memperkuat identitas kesantrian dan religiusitas lokal. Melalui pendekatan kualitatif dengan kerangka etnomusikologi dan fenomenologi agama, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik vokal head voice atau falsetto dengan cengkok menyerupai sinden oleh santri laki-laki merupakan manifestasi dari konsep "Laki-laki Jawa yang Alus". Karakter suara yang tinggi dan lembut ini bukan merupakan bentuk penyimpangan identitas gender atau gender fluidity sekuler, melainkan simbol kematangan spiritual, kontrol diri, dan ekspresi mahabbah (cinta) kepada Nabi Muhammad yang berakar pada harmoni antara nilai Islam dan budaya Jawa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Sholawat Ngelik mendekonstruksi biner maskulin-feminin dengan memposisikan kehalusan suara sebagai puncak kedewasaan spiritual laki-laki dalam bingkai Islam Nusantara

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-11

Terbitan

Bagian

Jurnal Pendidikan Agama Islam