Jaringan Sufi Transregional dan Pertukaran Budaya Islam: Studi Kasus Naqshbandiyya antara Hijaz dan Dunia Melayu-Indonesia
Abstrak
Artikel ini menyelidiki peran jaringan Sufi transregional dalam memfasilitasi pertukaran dan adaptasi budaya Islam, dengan fokus pada hubungan antara Hijaz dan Asia Tenggara. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana Sufisme, khususnya melalui persaudaraan seperti Naqshbandiyya, berfungsi sebagai infrastruktur aktif dalam menyebarkan ritual, model pedagogis, dan budaya material di berbagai wilayah. Menggunakan pendekatan historis kualitatif dengan kerangka analitis transregional, penelitian ini mengacu pada sumber primer termasuk traktat Sufi, hagiografi, dan manuskrip untuk melacak aliran multidirectional dan adaptasi lokal praktik Islam. Temuan menunjukkan bahwa jaringan Sufi tidak hanya mentransfer doktrin spiritual, tetapi juga secara aktif memediasi hibridisasi budaya dan negosiasi dalam konteks lokal yang beragam. Jaringan ini memfasilitasi konvergensi nilai-nilai Islam dengan tradisi lokal, menghasilkan ekspresi unik praktik Islam di seluruh dunia Muslim pra-modern. Studi ini menyimpulkan bahwa Sufisme memainkan peran sentral dan dinamis dalam mempertahankan konektivitas agama jarak jauh, keragaman budaya, dan pertukaran intelektual. Dengan merekonseptualisasi persaudaraan Sufi sebagai infrastruktur budaya yang berkelanjutan, artikel ini menawarkan wawasan baru tentang interaksi historis antara agama dan budaya serta berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang globalisasi pra-modern dan sifat pluralistik peradaban Islam.
Download Journal Template







