Epistemologi Qur’ani dalam Integrasi Akal dan Wahyu: Rekonstruksi Fungsi Ilmu Pengetahuan dalam Pendidikan Islam

Penulis

  • Havid Nur Solikhin
  • Ridwan Faqih Sihono Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, indonesia
  • Dwi ratnasari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, indonesia

Abstrak

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut umat Islam untuk meninjau kembali relasi antara akal dan wahyu dalam kerangka epistemologi Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi ilmu pengetahuan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menekankan integrasi rasionalitas dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis filosofis-epistemologis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ilmu, akal, dan wahyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan ilmu sebagai sarana manusia mengenal Allah dan memahami realitas ciptaan-Nya. Akal berperan sebagai instrumen rasional untuk meneliti kebenaran empiris, sementara wahyu menjadi pedoman moral dan spiritual agar ilmu tidak kehilangan arah nilai. Keselarasan antara akal dan wahyu melahirkan paradigma ilmu yang integratif, rasional, dan transendental. Dalam konteks pendidikan Islam, integrasi ini menjadi dasar bagi pengembangan sistem pembelajaran yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kesadaran spiritual, guna melahirkan insan ulul albab yang berilmu, beriman, dan berakhlak.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01

Terbitan

Bagian

Jurnal Pendidikan Agama Islam