PENINGKATAN NILAI TAMBAH TERHADAP NIRA AREN MELALUI PENGGUNAAN PENGAWET ALAMI

Ati Atul Quddus, Vela Rostwentivaivi

Abstrak


Indonesia merupakan salah satu negara produsen gula di dunia, namun industri gula dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula dalam negerinya sendiri. Kondisi swasembada gula diupayakan melalui pengembangan gula tebu dan melalui sumber bahan baku lain, salah satunya adalah tanaman aren. Menurut data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (2015), Jawa Barat memiliki areal panen aren seluas 14.204 Ha, dengan produksi 22.489 ton dan produktivitas mencapai 2.781 kg/Ha. Daerah Pasir Mukti di desa Tenjowaringin merupakan daerah penghasil aren di Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Nira aren yang berasal dari tangkai bunga jantan merupakan bahan untuk memproduksi gula aren. Mutu nira sangat menentukan mutu gula aren. Nira aren cepat mengalami perubahan menjadi asam karena terjadinya proses fermentasi, biasanya diakibatkan karena terlambatnya perlakuan pengolahan setelah penyadapan, ataupun karena tidak bersihnya alat penampung nira tersebut. Banyak penelitian sudah dilakukan untuk memperpanjang umur simpan nira. Salah satu diantaranya dengan menambahkan pengawet alami. Masyarakat Pasir Mukti dulunya biasa menggunakan pengawet alami untuk mempertahankan mutu nira, yaitu daun tanaman hiris (Cajanus cajan) yang ditumbuk atau dihaluskan lalu dimasukkan ke dalam nira aren. Masyarakat biasanya menambahkan gula yang sudah masak ke dalam nira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio nilai tambah gula aren sebesar 44 persen sedangkan nira aren sebesar 80 persen. Keuntungan yang diterima pemilik jasa faktor-faktor produksi pada produk gula aren adalah 43 persen dan nira aren 32 persen. Kedua produk ini masih memiliki peluang besar dalam peningkatan produksinya.

Kata Kunci : Daun Hiris, Kulit Manggis, Nira Aren, Pengawet Alami

Teks Lengkap:

Download (PDF)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.