KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN

Nurannafi FSM

Abstrak


Komunikasi politik sebagai proses penyampaian pesan politik dari elite politik kepada masyarakat secara timbal balik agar pesan politik yang disampaikan memperoleh respons yang diharapkan seperti terjadinya proses pengambilan keputusan politik secara demokratis, transparan, dan tanggung gugat (akuntabilitas). Komunikasi politik anggota legislatif perempuan dalam kebijakan memiliki ciri khas yang berbeda pada setiap anggota, hal ini dikarenakan faktor budaya dan sistem kebijakan partai yang sangat berpengaruh pada perjalanan para legislatif perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi politik anggota legislatif perempuan dalam kebijakan penyusunan anggaran Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB di DPRD Kabupaten Majalengka. Unit analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi proses komunikasi yang dilakukan berkaitan dengan komunikator, isi pesan yang akan disampaikan, media yang digunakan, sasaran komunikasi, serta persiapan dan perumusan strategi dalam kebijakan penyusunan anggaran Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB yang dilakukan oleh anggota legislatif Kabupaten Majalengka.

Kata kunci: komunikasi, politik, pemberdayaan masyarakat, perempuan, anak

Teks Lengkap:

Download (PDF)

Referensi


Arifin, Anwar. (2011). Komunikasi politik.Yogyakarta: Graha Ilmu

Aida. (2010). Pemberdayaan perempuan dari masa ke masa. Bogor: PT. Penerbit IPB Press

Budiardjo, Miriam. (1982). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT.Gramedia

Creswell, John W. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design Choosing Among Five Approaches. California: Sage Publications, Inc.

Devito, Josep. (1997). Komunikasi antar manusia. Jakarta: Professional book.

Dan Nimmo, (2005). Komunikasi politik: komunikator, pesan, dan media. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Dan Nimmo, (2010). Komunikasi politik: khalayak dan efek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Effendi, Onong. (1998). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Effendi, Onong. (1993). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Effendi, Onong. (2000). Ilmu Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

F. Ivan Nye. (1976). Role Structure and Analysis of the Family. California & London: Sage Library of Social Research.

Liliweri, Alo, (1998). Komunikasi verbal dan non verbal. PT. Citra Aditya Bakti: Jakarta

McNair, Brian. (2003). An Introduction to Political Communication ed. 3rd. London: Routledge.

Megawangi, Ratna. (1999). Membiarkan berbeda:Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender. Bandung:Mizan

Miles, MB & Huberman, AM. (1984). Qualitative Data Analysis : A Sourcebook of New Methods. California: Sage Publications, Inc

Moleong, Lexy J. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

. (2007). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nasution, Zulkarimein. (1990). Komunikasi Politik Suatu Pengantar. Jakarta: Yudhistira.

Nasrudin. (1999). Argumen Kesetaraan Gender: Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Paramadina

Nimmo, Dan. (1989). Komunikasi Politik: Khalayak dan Efek. Terjemahan Tjun Surjaman. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

_______. (2003). Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan dan Media. Terjemahan Tjun Surjaman. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Panuju, Redi. (1997). Sistem Komunikasi Indonesia. Pustaka Pelajar: Yogyakarta

Pawito. (2007). Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: PT. LKis Pelangi Aksara Rosdakarya.

Rakhmat, Jalaluddin. (2001). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja.

Sumarno. (1989). Dimensi-dimensi komunikasi politik. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Sulistyowati, I & Kartika. (2009). Panduan tentang gender di parlemen. Jakarta:Sekretariat Jendral DPR RI&UNDP

Sylvia,W. (1998). Theorizing patriarchy. Oxford: Blackwel.

Yin, Robert K. (2006). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Wasistiono. (2009). Meningkatkan Kinerja Anggota legislatif perwakilan Rakyat (DPRD). Bandung:Pokusmedia

Sumber lain:

Rina.2009.pemilihan umum anggota dewan. Melalui http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_Umum_Anggota_DPR,_DPD,_dan_DPRD_Indonesia_2004),diakses 03 september 2011

Darmawan, Ridwan Achmad. 2011. Kaukus perempuan parlemen. Melalui www.kppjabar.org, diakses pada 2 September 2011

Taufik, Ivan. 2010. Kabupatenupatenupaten Majalengka. Melalui www. Majalengka.co.id(diakses pada tanggal 3 September 2011)

M.Zainuri. 2010. Tesis. Partisipasi politik perempuan(perspektif tradisi islam lokal kudus). Yogyakarta: UIN

Dwi Windyastuti Budi Hendrarti. 2009. Perempuan dalam pemilukada kajian tentang kandidasi perempuan di Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Semarang: UNDIP

Yasinta Ayu Sekarini.Strategi komunikasi politik anggtota legislatif perempuan DPRD Kota Baru periode 2009-2014. Purwokerto: UNSOED


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.