Kebijakan Editorial

Fokus dan Ruang Lingkup

Jurnal Ilmiah Farmako Bahari fokus pada bidang Farmasi. ruang lingkup Jurnal Ilmiah Farmako Bahari adalah sebagai berikut :
• Analisis farmasi
• Bioinformatika
• Biokimia
• Bioteknologi
• Farmakogenomik
• Farmakognosi
• Farmakokinetik dan farmakodinamik
• Farmasi industri
• Farmasi klinis
• Fitokimia
• Ilmu farmasi
• Kimia kiral
• Kimia sintetis
• Kontrol kualitas
• Nanoteknologi farmasi
• Pengembangan obat
• Pharmacoinformatics
• Pharmacy Practice
• Quality Assurance
• Sistem Pengiriman Obat Terbarukan
• Teknik validasi
• Teknologi herbal
• Toksikologi

 

Kebijakan Bagian

Scientific Journal of Farmako Bahari

Centang Naskah Terbuka Centang Diindeks Centang Telah di-Peer review
 

Proses Peer Review

Artikel yang masuk (submited) ke Dewan Redaksi Jurnal Ilmiah Farmako Bahari akan ditelaah oleh Ketua Dewan Editor untuk disesuaikan dengan ruang lingkup (focus & scope) Jurnal Ilmiah Farmako Bahari dan dipindai dengan program anti plagiaris Turnitin untuk memastikan tidak ada unsur plagiarisme, atau tidak melebihi 20 persen.
Setelah artikel susuai dengan ruang lingkup jurnal dan unsur plagiarismenya tidak lebih dari 20 persen, Ketua menugaskan reviewer sesuai dengan bidang ilmu yang dibahas dalam artikel secara Double Blind Peer Review. Double Blind Peer Review adalah metode penelaahan teman sejawat terhadap subuah karya ilmiah yang akan dipublikasikan dalam terbitan berkala ilmiah, yang mana identitas reviewer dan penulis disembunyikan, sehingga reviewer tidak mengetahui artikel siapa yang sedang ditelaah dan penulis juga tidak mengetahui siapa yang menelaah artikelnya. Metode ini digunakan untuk menjaga obyektivitas hasil penelaahan.
Setiap artikel akan ditelaah oleh dua orang penelaah (reviewer). Jika kedua penelaah hasilnya bertentangan maka ketua dewan redaksi akan menunjuk penelaah ketiga.

 

Kebijakan Akses Terbuka

Jurnal ini menyediakan akses terbuka yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.

 

Plagiarisme

Naskah yang diserahkan akan di cek plagiat dengan Turnitin, maksimal 20 persen.

 

Biaya

Penyerahan dan Publikasi di Jurnal Ilmiah Farmako Bahari tidak dikenakan biaya.

 

Lisensi

Jurnal Farmako Bahari Universitas Garut Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

Etika Publikasi

Pernyataan berikut menjelaskan perilaku etis dari semua pihak yang terlibat dalam tindakan penerbitan artikel untuk Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, yaitu: penulis, editor, dan peer reviewer.


1. Tugas Editor


1.1. Keputusan Publikasi


Editor dari Jurnal Ilmiah Farmako Bahari bertanggung jawab untuk memutuskan penerbitan artikel yang telah diajukan. Penting bagi peneliti dan pembaca untuk selalu mendorong keputusan tersebut sebagai bagian dari proses validasi. Editor dapat dipandu dengan kebijakan dari dewan redaksi jurnal dan dibatasi oleh persyaratan hukum yang berlaku mengenai pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Editor dapat berunding degan editor lain atau reviewer dalam membuat keputusan ini.


1.2. Fair play


Editor harus mengevaluasi naskah sesuai dengan konten intelektual tanpa memperhatikan ras, jenis kelamin, orientasi seksual, agama, etnis, kewarganegaraan, atau filosofi politik penulis.


1.3. Kerahasiaan


Editor dan staf editor tidak boleh mengungkapkan informasi apapun mengenai naskah yang diajukan kepada orang lain selain penulis yang bersangkutan, reviewer, potensial reviewer, penasehat editorial lainnya, dan penerbit yang sesuai.


1.4. Konflik Kepentingan


Bahan-bahan yang tidak dipublikasikan dalam naskah yang diajukan tidak boleh digunakan untuk penelitian editor sendiri tanpa izin persetujuan tertulis dari penulis. Informasi atau ide istimewa yang diperoleh dari proses review harus dijaga kerahasiannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi.


Editor harus mengundurkan diri (harus meminta co-editor, asosiasi editor atau anggota lain dari dewan redaksi untuk mereview dan mempertimbangkan) dari naskah yang memiliki konflik kepentingan sebagai akibat dari naskah yang kompetitif, kolaboratif, atau hubungan lainnya atau koneksi dengan salah satu penulis, perusahaan, atau (mungkin) lembaga yang berhubungan dengan naskah.


Editor harus mewajibkan seluruh kontributor untuk mengungkapkan competing interests yang relevan dan mempublikasikan koreksi jika competing interests terungkap setelah publikasi. Jika diperlukan, tindakan lain yang tepat harus diambil seperti pencabutan publikasi atau ungkapan permintaan maaf.


1.5. Keterlibatan dan Kerjasama dalam Investigasi


Editor harus mengambil langkah-langkah yang cukup responsif ketika ditemukan keluhan pada  etika mengenai naskah yang diajukan dalam hubungannya dengan penerbit (atau masyarakat).


Langkah-langkah ini secara umum meliputi menghubungi penulis naskah dan memberikan pertimbangan dari keluhan masing-masing atau klain yang telah dibuat, komunikasi lebih lanjut ke instansi terkait dan badan-badan penelitian dan jika keluhan telah ditegakkan maka koreksi publikasi, penarikan kembali, ungkapan permintaan maaf, atau catatan lain yang mungkin relevan.


Setiap tindakan yang dilaporkan mengenai perilaku tidak etis dalam publikasi harus terus diperhatikan meskipun jika hal tersebut ditemukan beberapa tahun setelah publikasi.


2. Tugas Reviewer 


2.1. Kontribusi terhadap Keputusan Editorial


Proses review membantu editor dalam membuat keputusan editorial dan melalui komunikasi editor dengan penulis juga dapat membantu penulis memperbaiki naskahnya. Proses review merupakan komponen penting dalam komunikasi formal dan  terletak pada jantung metode ilmiah.


2.2. Kecepatan


Setiap reviewer yang merasa tidak berkualifikasi untuk mereview penelitian yang dilaporkan pada naskah atau mengetahui dirinya tidak mungkin melakukan review dalam waktu cepat harus memberitahu editor dan mengundurkan diri dari proses review.


2.3. Kerahasiaan


Setiap naskah yang telah diterima untuk direview harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Naskah tersebut tidak boleh ditunjukkan atau didiskusikan dengan orang lain kecuali dengan izin dari editor.


2.4. Standar Objetivitas


Review harus dilakukan secara objektif. Kritik personal terhadap penulis tidak diperkenankan. Reviewer harus menunjukkan hasil penilaiannya dengan jelas beserta argumen pendukung.


2.5. Pengakuan Sumber


Reviewer harus mengidentifikasi naskah relevan yang telah dipublikasikan yang tidak dikutip oleh penulis. Setiap pernyataan yang meliputi observasi, derivasi, atau argumen yang telah dituliskan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Reviewer juga harus berkomunikasi dengan editor jika terdapat kesamaan substansi atau tumpang tindih antara naskah yang sedang dalam pertimbangan dan setiap naskah lain yang telah diterbitkan.


2.6. Konflik Kepentingan


Bahan yang tidak dipublikasikan yang terdapat dalam naskah tidak boleh digunakan untuk penelitian reviewer sendiri tanpa izin tertulis dari penulis. Informasi dan ide yang istimewa yang diperoleh melalui proses review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.


Reviewer tidak harus mempertimbangkan naskah yang memiliki konflik kepentingan akibat naskah yang kompetitif, kolaboratif, atau hubungan lainnya dengan salah satu penulis, atau perusahaan yang terlibat dengan naskah.